Sukses

Mengenal Carisoprodol yang Diduga Terkandung dalam Obat PCC

Liputan6.com, Jakarta Sekitar 50 orang anak di Kendari, Sulawesi Tenggara, menjadi korban penyalahgunaan obat bertuliskan PCC. Hingga saat ini anak-anak tersebut dirawat di beberapa rumah sakit di Provinsi Sulawesi Tenggara. Akibat obat tersebut, anak-anak yang meminumnya mengalami gejala seperti mengamuk dan berontak. Lalu, apa sebenarnya apakah obat PCC itu?

Kandungan obat PCC terdiri dari paracetamol, cafein dan carisoprodol. Salah satu komponen PCC yaitu carisoprodol merupakan obat pelemas otot yang bekerja dengan menghambat sensasi rasa sakit antara saraf dan otak, dilansir dari laman Drugs, Kamis (14/9/2017).

Carisoprodol biasanya digunakan bersamaan dengan istirahat dan terapi fisik untuk mengobati kondisi otot rangka seperti nyeri atau luka.

Penggunaan obat ini sebaiknya dihindari jika seseorang memiliki kondisi porfiria atau kelainan enzim genetik yang menyebabkan gejala yang mempengaruhi kulit atau sistem saraf. Penyalahgunaan obat bisa menyebabkan kecanduan, overdosis atau kematian.

Selain itu, seseorang yang ingin berhenti menggunakan obat ini harus menghentikan penggunaan secara perlahan sebelum benar-benar berhenti mengonsumsinya.

Efek samping carisoprodol

Carisoprodol dapat menyebabkan efek samping yang dapat mengganggu pikiran atau reaksi seseorang. Hati-hati jika Anda menyetir atau melakukan apapun yang mengharuskan Anda terjaga dan waspada. Obat ini dapat meningkatkan rasa kantuk dan pusing.

Selain itu, carisoprodol juga berbahaya bagi orang yang mengidap penyakit hati, ginjal dan memiliki riwayat kejang. 

Waspadai penggunaan carisoprodol pada wanita hamil dan menyusui karena obat ini bisa masuk ke ASI dan bisa membahayakan bayi. Selain itu, obat ini tidak disetujui penggunaannya bagi orang yang berusia di bawah 16 tahun.

Biasanya penggunaan carisoprodol hanya bisa digunakan dalam waktu singkat, yaitu dalam kurun waktu 2 atau 3 minggu kecuali dokter yang meresepkan.

Saksikan video menarik berikut:

 

 

 

1 dari 2 halaman

Kecanduan carisoprodol

Penyalahgunaan carisoprodol bisa menyebabkan kecanduan. Penyalahgunaan obat pembentuk kebiasaan bisa menyebabkan kecanduan, overdosis, atau kematian.

Jangan pernah berbagi obat ini dengan orang lain, terutama seseorang yang memiliki riwayat penyalahgunaan obat terlarang atau kecanduan.

Selain itu, obat ini harus disimpan di tempat yang tidak mudah ditemukan oleh orang lain. Di luar negeri, menjual atau memberikan obat ini merupakan tindakan melanggar hukum.

Overdosis carisoprodol

Carilah bantuan medis sesegara mungkin apabila seseorang mengalami overdosis carisoprodol karena hal ini bisa berakibat fatal, terutama jika Anda minum obat ini dengan alkohol atau dengan obat lain yang bisa memperlambat pernapasan Anda.

Gejala overdosis carisoprodol biasanya meliputi masalah penglihatan, kebingungan, halusinasi, kekakuan otot, pernapasan lemah, pingsan atau koma.

Hentikan pemakaian jika penggunaan carisoprodol menyebabkan kejang, halusinasi, refleks yang terlalu aktif, kehilangan koordinasi dan pingsan.

Artikel Selanjutnya
Nasi Berwarna Biru Hitam Mengandung Bahan Kimia? Simak Kata BPOM