Sukses

Suara Serak Tidak Cukup Diatasi dengan Permen

Liputan6.com, Jakarta Suara serak tidak dapat ditangani dengan makan permen saja. Permen dengan kandungan mint, mentol, dan sejumlah bahan yang dapat memberikan efek sejuk pada jaringan tenggorokan tidak memiliki kemampuan apa-apa untuk mengatasi suara serak yang disebabkan oleh infeksi atau masalah serius lain.

[bacajuga:Baca Juga](3027764 2909901)

"Peranan permen-permen itu relatif. Kalau penyebab suara serak karena infeksi, (permen) tidak terlalu bermakna. Lebih ke arah melegakan, bukan untuk memperbaiki suara yang serak," kata dr Zainal Adhim SpTHT-KL(K), PhD dalam diskusi Waspadai Suara Serak di Jakarta Pusat, Rabu (13/9/2017)

Spesialis Telinga, Hidung, Tenggorokan, Kepala dan Leher, Konsultan Laringofaringologi Rumah Sakit Pondok Indah, Pondok Indah Jakarta Selatan, mengatakan bahwa prinsip dalam menentukan terapi untuk pasien suara serak dengan terlebih dulu melakukan diagnosis.

Apabila suara serak itu terjadi karena pasien kurang istirahat, dengan tidak terlalu banyak bicara dalam kurun waktu satu minggu biasanya sudah normal kembali. Dengan tidak lupa menghindari makanan dan minuman yang dapat merangsang kondisi itu semakin parah. Akan lebih baik lagi jika langsung diperiksa oleh dokter.

"Sekarang sudah zamannya endoskopi dan itu bisa dilakukan di poli, tidak perlu tindakan prosedur khusus," kata Zainal.

"Banyak pasien dengan suara serak datang ke saya, saya endoskopi saja di poli, saya teropong. Dari situ akan tahu terapi yang cocok diberikan ke pasien," kata Zaina menambahkan.

Dengan melakukan pemeriksaan dokter akan tahu apa penyebab terjadinya suara serak pada pasien tersebut. Sebab, ada banyak sekali penyebab suara serak.

Bisa karena infeksi akut, infeksi kronis, lesi jinak pita suara, vocal nodul atau penggunaan suara berlebihan yang sering menimpa penyanyi, polip vocal cord, papiloma larynx, dan kanker laring. 

 

Saksikan juga video berikut ini: 

Artikel Selanjutnya
Sering Kembung Usai Makan Daging, Kenapa Ya?
Artikel Selanjutnya
Bau Mulut dan Keseimbangan Energi, Ini 5 Penyakit Rekaan Populer