Sukses

Komitmen PERDOSKI untuk Keamanan Kosmetika Indonesia

Liputan6.com, Jakarta PERDOSKI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia) dan L'Oreal Indonesia mengukuhkan komitmen mereka terhadap keamanan kosmetika di Tanah Air. Hal ini disampaikan dalam Kongres Nasional (KONAS) XV PERDOSKI 2017, yang diadakan pada tanggal 10-13 Agustus di Crowne Plaza Hotel, Semarang.

“Indonesia adalah negara yang sangat potensial untuk berkembangnya pasar, termasuk sektor kecantikan. Di tengah pesatnya globalisasi dan perkembangan di dunia, tentu Indonesia tidak boleh ketinggalan. Untuk dapat bersaing, kita perlu memastikan kompetensi dermatologis dari Indonesia," ujar Dr. Syarief Hidayat Sp.KK, FINSDV, FAADV, Ketua Umum Pengurus Pusat PERDOSKI, ditulis Minggu (13/8/2017). Menurutnya, pengembangan potensi ini tidak mungkin dapat berjalan tanpa kerja sama dan dukungan dari sektor industri.

Menurut Dewi Rijah Sari, Direktur Scientific & Regulatory Affairs L'Oreal Indonesia, industri kecantikan Indonesia terus berkembang pesat. Pertumbuhan pertahunnya rata-rata mencapai 10 persen.

BPOM sendiri mencatat ada sekitar 100 ribu lebih merk kosmetik baru dalam lima tahun terakhir. Menurut Dewi, hal ini karena konsumen Indonesia semakin berani.

"Tantangan sekarang karena semakin banyak produk yang beredar di pasaran serta besarnya pengaruh media sosial. Konsumen lebih berani mencoba beragam produk dan mengesampingkan risiko dari penggunaan produk kecantikan yang belum terjamin keamanannya," lanjut Dewi lagi.

Karena jumlah pemakainya terus bertambah, produknya juga semakin banyak dan beragam, dibutuhkan kesadaran dan kecermatan konsumen dalam memilih kosmetika yang benar. Konsumen harus memastikan, kosmetika yang mereka gunakan sudah layak uji keamanan sebelumnya.

Dan komitmen memastikan keamanan kosmetika sekaligus meningkatkan kesadaran dan kecerdasan konsumen inilah yang dipegang oleh PERDOSKI dan L'Oreal Indonesia.

Artikel Selanjutnya
Ketua DPR RI Optimis ASEAN Tetap Menjadi Pelopor Perdamaian Dunia
Artikel Selanjutnya
DK PBB Jatuhkan Sanksi ke Korut, Menlu RI Ingatkan Soal Ini