Sukses

Serba-serbi Alergi pada Anak

Liputan6.com, Jakarta Alergi bukanlah masalah kesehatan yang sepele yang dapat dibiarkan begitu saja. Gangguan kesehatan ini dapat merenggut nyawa seseorang. Seperti yang baru-baru ini terjadi pada seorang anak di Inggris. Anak tersebut meninggal karena memiliki alergi pada produk susu dan gluten. Saat dikerjai dengan menempelkan keju di bajunya, dia tak mampu melawan reaksi alergi yang ditimbulkan.

Alergi tak hanya sekadar ruam merah pada kulit, melainkan bisa lebih membahayakan dari itu. Alergi parah dapat menyebabkan syok anafilaksi.

Pada anak-anak, alergi dapat memicu petaka. Hal ini dikarenakan sistem kekebalan tubuh yang bereaksi sangat berlebihan ketika ada ketidakcocokan makanan atau penolakan makanan oleh tubuh.

Jenis makanan yang memicu alergi

Melansir Boldsky, Jumat (11/8/2017) alergi dapat dipicu oleh beberapa jenis makanan. Meski tak mengancam jiwa namun gangguan kesehatan ini tak dapat diremehkan.

Beberapa anak sangat rentan terhadap alergi ikan, makanan laut, olahan susu dan telur. data dari Allergy & Asthma Foundation of America menyatakan bahwa alergi protein susu sapi merupakan salah satu alergi makanan yang paling banyak terjadi pada anak-anak.

Bagaimana bentuk alergi?

Gejala alergi yang umum ditandai dengan ruam, gatal, dan bengkak. Dalam kondisi parah seorang anak dapat mengalami serangan sesak napas hingga tersedak.

Gejala alergi pada tiap anak berbeda

Anak yang mengalami alergi akan merasakan pusing, bahkan pingsan. Pada beberapa hal ini bisa menyebabkan bronkospasme, penyempitan saluran pernapasan. Kondisi inilah yang dapat menyebabkan kematian. 

 

Saksikan juga video berikut ini: 

Artikel Selanjutnya
Ini Usia Terbaik Mengenalkan Air Putih kepada Si Kecil
Artikel Selanjutnya
Kartiki Bhatnagar Ubah Penyakit Kulitnya Jadi Karya Seni Unik