Sukses

Kenali 10 Mitos Seputar Menyusui

Liputan6.com, Jakarta Beberapa wanita mungkin mengalami kecemasan saat memasuki masa menyusui, seperti takut payudara menjadi kendur atau cemas karena ibu merasa tidak tahu. Apa yang benar dan mana yang tidak boleh dilakukan saat menyusui?

Rosie Dodds, penasihat senior di National Childbirth Trust memaparkan, ketakutan dan kecemasan seputar menyusui ini bisa jadi hanya mitos.

Dilansir dari Telegraph, Kamis (3/8/2017), ada mitos menyusui yang harus disingkirkan.

Mitos 1: Tidak semua wanita bisa menghasilkan ASI

Sebenarnya, 99 persen wanita bisa menghasilkan cukup Air Susu Ibu (ASI) untuk menyusui. Semakin banyak ASI yang dikonsumsi bayi, semakin banyak produksi ASI ibu.

Terkadang wanita tidak mengira, mereka memiliki cukup ASI.

 

Simak video menarik berikut ini:

1 dari 10 halaman

Mitos 2

Mitos 2: Anda tidak perlu menyusui selama 18 bulan

Sebuah studi tahun 2014 oleh Brunel University menyarankan, 18 bulan adalah waktu optimal seorang ibu harus menyusui.

Bahkan menyusui harus dilakukan hingga dua tahun, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan.

Aturan menyusui secara eksklusif memang dilakukan selama enam bulan pertama sejak kelahiran. Lebih dari enam bulan, ibu bisa terus memberikan ASI juga makanan padat pendamping ASI.

2 dari 10 halaman

Mitos 3

Mitos 3: Pemberian ASI tidak berbeda dengan susu formula

Kedua jenis susu ini sangat berbeda. Susu formula berasal dari susu sapi dan mengandung sekitar 30 bahan yang bermanfaat untuk bayi, sedangkan ASI memiliki sekitar 300 bahan yang bermanfaat.

ASI membantu otak bayi berkembang dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. ASI juga membantu produksi lebih banyak hormon sehingga bayi bisa tidur nyenyak.

3 dari 10 halaman

Mitos 4

Mitos 4: Anda tidak bisa minum alkohol

Beberapa ibu memilih tidak minum alkohol sama sekali saat menyusui. Tapi ini tidak perlu. Anda bisa minum secukupnya dalam jumlah yang kecil sehingga tidak akan memengaruhi bayi.

4 dari 10 halaman

Mitos 5

Mitos 5: Anda tidak bisa menyusui bila kembali bekerja

Ketika ibu mulai masuk kerja, anggapan tidak bisa menyusui selama kerja itu tidak benar. Anda tetap bisa memberikan ASI.

Anda bisa memompa ASI lalu menyimpannya di kulkas. Ketika hari libur tiba, Anda juga bisa menyusui bayi dengan bebas.

5 dari 10 halaman

Mitos 6

Mitos 6: ASI tidak berubah

Sebenarnya ASI berubah saat menyusui seharian. Anda bisa memproduksi lebih banyak ASI yang tinggi lemak. Hal ini bisa memuaskan bayi kala bayi lapar.

6 dari 10 halaman

Mitos 7

Mitos 7: Anda tidak bisa menyusui jika punya implan payudara

Saat menjalani bedah plastik, dokter bedah tidak memotong saluran ASI. Maka, tiap wanita yang menjalani operasi implan payudara masih bisa menyusui.

7 dari 10 halaman

Mitos 8

Mitos 8: Menyusui akan membuat payudara kendur

Penelitian terbaru menunjukkan, tidak ada perbedaan antara payudara menyusui dan yang belum. Kehamilan dan persalinan itu mungkin berpengaruh pada payudara.

Misal, payudara bisa membengkak karena dipersiapkan untuk memproduksi ASI, tapi payudara tidak kendur hanya karena menyusui.

8 dari 10 halaman

Mitos 9

Mitos 9: Anda tidak bisa menyusui di depan umum

Anda tetap bisa menyusui di depan umum. Tiap wanita Inggris diperbolehkan menyusui di depan umum.

9 dari 10 halaman

Mitos 10

Mitos 10: Anda adalah ibu yang buruk bila tidak menyusui

Tidak ada yang kewajiban untuk menyusui dan seharusnya tidak melakukannya jika mereka tidak mau. Atau kondisi ibu memang buruk sehingga tidak bisa menyusui. Hal ini bisa dilihat dari kondisi ibu.

Artikel Selanjutnya
Nonton Film Porno Sebabkan Gangguan Reproduksi Wanita?
Artikel Selanjutnya
5 Persiapan Kesehatan Sebelum Kehamilan