Sukses

Mengenal Dokter Moewardi, Sosok yang Berjasa Bagi Kemerdekaan

Liputan6.com, Jakarta Memasuki bulan Agustus, Health-Liputan6.com menyajikan serangkaian tulisan tentang mereka yang berjasa bagi perjuangan kemerdekaan dari dunia kesehatan. Setelah kemarin menampilkan profil dr. Tjipto Mangoenkoesoemo, pada Rabu (2/8/2017) ini kami akan menampilkan dokter pejuang lain, yaitu dr. Moewardi. 

Moewardi merupakan dokter spesialis telinga hidung dan tenggorokan (THT) di Geneeskundig Hooge School (GHS), Salemba yang lulus pada tahun 1939.

Lelaki yang lahir di Desa Randukuning, Pati, Jawa Tengah pada 30 Januari 1907 ini merupakan putra ketujuh dari pasangan Mas Sastrowardojo dan Roepeni.

Mengutip laman Klik dokter, Selasa (1/8/2017), semasa kuliahnya, dr. Moewardi aktif berorganisasi. Di tengah maraknya rencananya proklamasi kemerdekaan, dibentuklah Barisan Pelopor yang bertujuan untuk mengamankan pemimpin perjuangan.

Saat itu, Moewardi ditunjuk menjadi pemimpin Barisan Pelopor untuk seluruh Jawa dan bertugas mengamankan para pemimpin serta lokasi pembacaan teks proklamasi dari ancaman kerusuhan.

Selain itu, setelah pembacaan teks proklamasi, Moewardi juga membentuk Barisan Pelopor Istimewa untuk mengawal Presiden Soekarno.

Walaupun disibukkan dengan aktivitasnya dalam organisasi keamanan, Moewardi tidak melupakan tugasnya sebagai dokter. Beliau selalu berjuang dan mengobati tentara yang terluka pada setiap pertempuran. Beliau bahkan mendirikan sekolah kedokteran di Solo.

Dalam usahanya melawan aksi anti Pemerintah yang dijalankan oleh Front Demokrasi Rakyat (FDR), yang merupakan anak organisasi dari Partai Komunis Indonesia (PKI), Moewardi mendirikan Gerakan Rakyat Revolusioner (GRR) pada tahun 1948. Namun, pada 13 Agustus 1948, Moewardi diculik saat menjalani praktik sebagai dokter di Rumah Sakit Jebres, Solo, dan hilang secara misterius.

Sebagai tanda jasa terhadap negara, Moewardi mendapatkan gelar Pahlawan Kemerdekaan Nasional pada 1964. Nama beliau juga diabadikan sebagai nama rumah sakit yaitu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Moewardi di Solo, Jawa Tengah.

Artikel Selanjutnya
Pidato Ketua DPR Dalam Merayakan Hari Kemerdekaan
Artikel Selanjutnya
Fadli Zon: Empat Patung, Satu Pesan Persatuan di Hari Kemerdekaan