Sukses

Dianggap Vulgar, Foto Anak Presiden Menyusui Picu Perdebatan

Liputan6.com, Jakarta Unggahan foto anak presiden Kyrgyzstan, Aliya Shagieva, saat menyusui buah hatinya di media sosial April lalu menuai kontra. Banyak orang menganggap foto Aliya menyusui dari angle atas tersebut vulgar dan lekat dengan isu seksualitas.

Dalam foto tersebut Aliya menyusui dengan menggunakan lingerie terusan. Tertulis keterangan dalam foto: Aku akan menyusui anakku kapanpun dan dimanapun dia ingin menyusu.

Foto Aliya Shagieva tengah menyusui buah hatinya menuai kontroversi (Instagram/Aliya Shagieva)

Aliya kemudian menghapus foto tersebut setelah dianggap banyak orang memiliki perilaku tidak bermoral. Namun dalam wawancara dengan BBC, Aliya merasa tidak seperti anggapan orang-orang. Menurutnya hal ini muncul karena ada budaya hiperseksualitas terhadap tubuh perempuan.

"Tubuh yang diberikan ini tidak vulgar: ini punya fungsi, tujuannya untuk memenuhi kebutuhan fisiologis bayiku, bukan terkait seksualitas," katanya kepada BBC Kyrgyzstan.

Bukan hanya publik yang mengecam foto tersebut. Kedua orangtuanya, yakni Presiden Almazbek Atambayev dan Raisa tidak senang.

"Mereka benar-benar tidak menyukainya. Dan hal ini kurang dapat dipahami karena generasi muda cenderung tidak konservatif dibandingkan orangtua, " katanya lagi.

Bagi Aliya pribadi, dia lebih memilih untuk memberikan yang terbaik bagi buah hatinya. Termasuk memenuhi kebutuhan buah hati saat ingin menyusui di tempat umum.

"Ketika aku menyusui, aku merasa bisa memberikan yang terbaik untuknya. Ketika aku bisa merawat dan memenuhi kebutuhannya iutu lebih penting dari apa yang orang lain katakan padaku," kata Aliya lagi.

Saksikan juga video menarik berikut:

Artikel Selanjutnya
2 Aktivitas 'Mencurigakan' Terpantau dari Twitter Donald Trump
Artikel Selanjutnya
Cium Bibir Anak Gadisnya Saat Ultah, Pria Ini Banjir Kecaman