Sukses

Tren Raw Food, Manfaat dan Kerugiannya

Liputan6.com, Jakarta  

Anda yang menyukai pola makan sehat, bisa mencoba berbagai cara diet, salah satunya raw food diet (diet makanan mentah). Apa keuntungan menjalankan diet yang mengusahakan untuk tidak mengonsumsi makanan yang diproses ini?

Mengutip BBC Goodfood, Rabu (26/7/2017)Tanya Maher, pakar kesehatan holistik, chef, dan co-founder dari Tanya's, restoran raw food di London menjelaskan segala hal tentang pola diet ini.

Menurut Tanya, "Makanan mentah bukan sekadar mengonsumsi lebih banyak salad, walaupun hal ini tidak ada ruginya. Dalam konteks ini, artinya mengonsumsi makanan yang tidak dimasak. Makanan mentah adalah apa saja yang tidak diawetkan, dikalengkan atau diproses secara kimia, dan tidak dipanaskan melebihi suhu 48 C."

Berikut beberapa penjelasan mengenai diet makanan mentah:

1. Apa yang buruk dari makanan yang dimasak?

Kita membutuhkan enzim untuk setiap fungsi tubuh mulai saat bernapas, berjalan, sampai mencerna makanan. Tubuh memproduksi enzimnya sendiri, tapi tubuh juga mengandalkan enzim yang didapat dari makanan.

Memanaskan makanan (terutama pada suhu di atas 48 derajat celsius) berpotensi menghancurkan beberapa enzim alami dalam makanan. Ini membuat tubuh bekerja keras untuk memproduksi enzim lebih banyak, dan menghabiskan energi.

Juga, jika Anda memasak makanan di atas suhu 57 derajat celsius akan merusak nutrisi yang sensitif terhadap panas. Misalnya, tomat akan kehilangan 10 persen kandungan vitamin C-nya setelah dimasak selama 2 menit.

2. Apa manfaat sehatnya?

Menurut Tanya, mengonsumsi makanan mentah menjadikannya lebih berenergi dan fokus. Belum lagi, kulit juga lebih bersih dan cerah. Jerawat tak lagi muncul. Selain itu, rambut dan kuku lebih kuat.

Anda juga tidak harus mengonsumsi makanan mentah 100 persen. Masukkan sayuran mentah ke dalam menu makanan, dan pilihlah makanan tak berproses kapan saja memungkinkan.

3. Bisakah makanan manis juga dimakan mentah?

Diet makanan mentah ini bisa dikondisikan. Anda bisa makan sayur, buah, biji-bijian, kacang-kacangan tanpa harus berhenti makan cokelat, dalam batas yang wajar.

"Seiring saya mulai merasa lebih sehat, cokelat komersial yang dilengkapi dengan pemanis buatan, pengawet dan zat tambahan, tak lagi menarik. Jadi saya mencari alternatif yang lebih baik dan mengembangkan resep makanan manis sendiri,"ujar Tanya.

4. Tapi apakah ini aman untuk tubuh?

Kerry Torrens, pakar nutrisi, memberikan pendapatnya sehubungan dengan diet makanan mentah ini. Berikut pendapatnya :

a. Mengonsumsi buah dan sayuran mentah merupakan cara baik untuk melengkapi kebutuhan harian, diet dengan vitamin, mineral, dan serat.

b. Walau memanaskan buah dan sayuran bisa menghilangkan beberapa nutrisi seperti vitamin C, beberapa nutrisi lain sebaliknya makin optimal saat bahan dimasak. Sebagai contoh, memasak wortel dan tomat membuat tubuh lebih mudah mendapatkan manfaat antioksidan termasuk beta-karoten (yang diubah tubuh jadi vitamin A), dan likopen.

c. Tantangan bagi mereka yang menjalani pola diet makanan mentah adalah mendapatkan protein, vitamin B12, dan zat besi. Nutrisi ini biasanya ditemukan pada makanan yang ingin kita masak seperti daging, ikan, telur, dan gandum. Wanita hamil, lansia, anak-anak, serta mereka dengan penyakit kronis harus konsultasi dulu dengan dokter sebelum menjalani diet makanan mentah.

Artikel Selanjutnya
Serba-serbi Label Alami pada Makeup, Amankah Produk Tersebut?
Artikel Selanjutnya
Komitmen PERDOSKI untuk Keamanan Kosmetika Indonesia