Sukses

Dari Pabrik Sederhana Jadi Perusahaan Jamu Terbesar di Indonesia

Liputan6.com, Jakarta Menyimak kisah sukses pribadi dalam membawa perusahaan menjadi besar memang selalu menginspirasi untuk dijadikan contoh dalam melangkah ke depan. Kali ini ialah cerita Nyonya Rachmat Sulistyo (Ny. Siem Thiam Hie) yang mewariskan kesuksesan perusahaan Sido Muncul lewat ramuan anti masuk angin.

Kala itu pada 1930-an Ny. Rachmad memulai usahanya di Yogyakarta dengan hanya dibantu tiga karyawan. Kemudian pada tahun 1940 di ketandan Jogja, ibu Rachmat Sulistyo untuk pertama kalinya meracik ramuan jamu godogan Tolak Angin untuk masuk angin.
Pemilihan bahan berkualitas dan komposisi yang tepat menjadikan jamu godogan Tolak Angin mulai dipercaya dan dikonsumsi masyarakat umum untuk masuk angin. Namun, perang yang berkecamuk pada tahun 1948 memaksa keluarga Ibu Rachmad Sulistyo pindah ke Semarang.

Sebelas tahun berlalu, tepatnya pada tahun 1951 Nyonya Rachmat mendirikan pabrik jamu sederhana. Pabrik sederhana itu dinamai Sido Muncul yang berarti 'impian yang terwujud' berlokasi di Jalan Mlaten Trenggulun, Semarang.

Walaupun sederhana soal produksi pabrik tersebut sudah digarap secara profesional dengan memproduksi Tolak Angin beberbentuk serbuk dan memakai logo pada kemasan dalam pemasarannya. Logo tersebut menggambarkan seorang wanita sedang menggendong anak kecil dipadukan dengan alat pembuat jamu tradisional.

(Foto: money.id).

Ada yang unik dalam sosok wanita yang menggendong anak tersebut, ternyata itu adalah gambar Nyonya Rachmad Sulistyo bersama cucu kesayangannya yang tak lain dan tak bukan adalah Irwan Hidayat yang saat ini merupakan Direktur PT Sido Muncul. Ia adalah generasi ketiga penerus perusahaan jamu tersebut.

Sesuai dengan kemajuan teknologi Tolak Angin terus dikembangkan hingga pada tahun 1992 dan diproduksi dalam bentuk cair yang lebih praktis dan rasa yang enak. Kini, Tolak Angin Sido Muncul telah menjadi produk global dan telah diekspor ke mancanegara.

Sejak tahun 1930 hingga sekarang, resep Tolak Angin Sido Muncul yang diformulasikan oleh Ibu Rachmat Sulistyo (Ny. Siem Thiam Hie) masih tetap sama. Tahun 1940, Tolak Angin Sido Muncul dijual dalam bentuk jamu Godokan di wilayah Yogyakarta. Sebelas tahun berlalu, pabrik Sido Muncul didirikan di Semarang dan jamu Tolak Angin mulai di produksi masal dalam bentuk serbuk pada tahun 1951. Tahun 1992 jamu serbuk Tolak Angin dikembangkan menjadi jamu Tolak Angin dalam bentuk cair seperti yang kita kenal sekarang ini.

Tolak Angin SidoMuncul adalah Obat Herbal Terstandar yang dapat mencegah dan mengatasi masuk angin dengan gejala seperti mual, perut kembung, pusing, demam dan dapat meningkatkan daya tahan tubuh.

Tolak Angin Sido Muncul diolah dengan bahan-bahan organik pilihan seperti jahe, madu, daun mint, kayu ules, adas, dan daun cengkeh yang diproses di pabrik modern berstandar GMP (Good Manufacturing Practices) dengan quality control yang ketat sehingga terciptalah Tolak Angin seperti sekarang ini.


(Adv)

Artikel Selanjutnya
Mobil Kelapa Sawit Buatan Indonesia Unjuk Diri di GIIAS 2017
Artikel Selanjutnya
Panasonic Genjot Ekspor Pendingin Ruangan ke RI dan Vietnam