Sukses

Wanita Ini Berhasil Pangkas Berat Badan Tanpa Diet Ekstrem

Liputan6.com, Jakarta Menurunkan berat badan merupakan hal yang positif karena Anda dapat menyingkirkan lemak berlebih yang tidak dibutuhkan tubuh. Kalau biasanya untuk menurunkan bobot tubuh dibutuhkan usaha ekstra keras, lain ceritanya dengan perempuan asal Inggris ini.

Chloe Longstaff (23), berhasil menurunkan berat badan tanpa melakukan diet ekstrem. Sebelum pernikahan saudaranya, berat badan Longstaff mencapai lebih dari 100 kilogram. Perempuan pencinta piza ini mengaku ia memakan tiga piza besar per minggu, menyukai makanan cepat saji, dan alkohol.

Namun pada Juli 2014, dia diminta oleh saudaranya untuk menjadi pengiring pengantin. Ia pun harus menyesuaikan berat badannya agar muat pakai gaun.

Longstaff juga membandingkan bobot tubuhnya dengan pengiring pengantin lainnya yang jauh lebih ramping. Ia merasa terlihat tidak menarik di samping mereka pada saat melakukan foto pernikahan nanti. Karena hal-hal itulah Longstaff mulai berpikir untuk menurunkan berat badan.

"Saya belum menjalani operasi penurunan berat badan, menggunakan pil 'ajaib' atau mengambil jalan pintas," tulisnya dalam sebuah unggahan di blog miliknya, seperti dilansir dari laman Good Housekeeping, Kamis (20/7/2017).

Dia kemudian bertekad mengubah gaya hidupnya menjadi lebih baik dan itu berhasil. Tiga tahun kemudian, perempuan yang bekerja sebagai eksekutif pemasaran ini telah kehilangan 45 kilogram dan berniat untuk melanjutkan gaya hidup sehatnya secara permanen. 

1 dari 2 halaman

Menukar jajanan dengan makanan sehat

Longstaff memutuskan menukar jajanannya yang biasa dengan makanan yang lebih sehat, seperti piza protein. Dengan begitu, dia pun masih bisa memuaskan hasrat untuk mengudap.

Selain mengubah pola makan, Longstaff juga mulai berolahraga secara bertahap. Diawali dengan berjalan, Longstaff akhirnya mulai teratur pergi ke gym. Perlahan pun berat badannya mulai susut, tanpa diet!

Dalam unggahannya, Longstaff menjelaskan alasannya tidak menyukai terminologi "diet" ketika harus menurunkan berat badan. "Bagi saya, diet memberi kesan perbaikan jangka pendek, mungkin sebelum liburan atau kesempatan lain ketika orang ingin merasa baik sebelum pergi," kata Longstaff.

"Sementara diet cepat dapat membuat Anda menurunkan berat badan dengan cepat dalam waktu singkat, kemungkinan semua berat badan akan hilang dengan sangat mudah dan sangat cepat. Diet juga memiliki stigma negatif yang menyertainya. Contohnya saya sering mendengar orang mengatakan 'Saya tidak dapat memakannya karena saya sedang diet,' atau 'Saya harus makan salad karena saya sedang diet.' "

"Pembatasan atau pelarangan makanan favorit Anda dapat menyebabkan Anda akan melakukan 'pesta makan'. Saran saya adalah makan sehat, aktif, minum air putih dan nikmati makanan favorit Anda secukupnya, serta makan sayuran dan protein. Tapi jika Anda menginginkan kue, makanlah!" tulisnya.

Longstaff memilih menurunkan berat badan dengan perlahan, masuk akal, dan untuk jangka panjang. Bukan hanya membuat mengubah fisik yang membuatnya jadi berbeda, Longstaff juga harus menyesuaikan pola pikirnya.

"Memiliki kepercayaan diri membuat Anda lebih cenderung berpegang pada rencana Anda dan mencapai tujuan Anda. Selain itu, memiliki kemampuan untuk menjemput diri Anda setelah hari yang buruk penting, sebagai pemakan emosi sendiri, saya memahami godaan untuk pulang ke rumah setelah Hari yang buruk untuk pesta makan agar terasa lebih enak," jelasnya.

Tetapi, mungkin mungkin ini merupakan pelajaran terpenting yang dipelajarinya sepanjang proses ini, Chloe mengingatkan kita untuk bersikap baik pada diri sendiri. "Katakan pada diri sendiri bahwa Anda bisa mengatasinya karena Anda kuat," tulisnya. 

 

Penulis: Michelle Tania

Saksikan Live Streaming Jakarta Fashion Week 2018

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Be Healthy: Hindari Efek Buruk dari Diet Yoyo
Artikel Selanjutnya
Rekomendasi 3 Olahraga Bela Diri untuk Turunkan Berat Badan