Sukses

Shigeaki Hinohara, Setia Layani Pasien Hingga Tutup Usia

Liputan6.com, Tokyo, Jepang Shigeaki Hinohara, direktur utama St. Luke’s International Hospital di Tokyo, Jepang terus bergelut melayani pasien hingga akhir hayatnya. Direktur, yang juga seorang praktisi dan dokter ini berusia 105 tahun. Ia meninggal karena mengalami kegagalan pernapasan pada hari Selasa, 18 Juli 2017.

Hinohara termasuk dokter yang sangat dihormati. Dia menderita suatu kondisi medis, yang memengaruhi jantung dan organ lainnya karena usia lanjutnya. Dia dirawat di rumah sakit pada bulan Maret saat dirinya tidak bisa makan.

Meski tidak dapat makan, dia menolak diberi makan melalui tabung dan dipulangkan beberapa hari kemudian. Ia menghabiskan sisa hidupnya di rumah, dikutip dari The Japan Times, Kamis (20/7/2017).

Selama lebih dari setengah abad, Hinohara menjadi sosok yang mempelopori sistem cek pemeriksaan kesehatan bagi orang Jepang paruh baya. Antologi esai terlarisnya pada tahun 2001 berjudul Ikikata Jozu (Cara Hidup yang Baik) telah terjual lebih dari 1,2 juta eksemplar.

Sosoknya yang kharismatik membuat Hinohara juga dikenal publik karena mengajak lansia hidup aktif. Pada tahun 2000, ia mendirikan sebuah komunitas orang sehat berusia di atas 75 tahun. Tak ayal, penerima dokter kehormatan ini menerima penghargaan Order of Culture dari pemerintah Jepang pada tahun 2005. *

 

Saksikan video berikut ini:

1 dari 2 halaman

Perjalanan hidup

Perjalanan hidup

Hinohara berasal dari Prefektur Yamaguchi. Dia lulus dari sekolah kedokteran di Kyoto Imperial University pada tahun 1937 dan melanjutkan studinya di sekolah pascasarjana. Ia mulai bekerja di St. Luke's pada tahun 1941 sebagai dokter. Dia juga menuntut ilmu di Emory University, Amerika Serikat.

Pada tahun 1992, ia menjadi kepala rumah sakit St. Luke's. Ketika menjabat sebagai direktur pada tahun 1994, ia mendorong pemasangan tabung oksigen di seluruh dinding bangunan rumah sakit, termasuk lorong, lounge, dan kapel (ruangan untuk mempersiapkan misa).

Hinohara pernah menjadi penumpang pesawat Japan Airlines, yang dibajak oleh anggota Tentara Merah Jepang pada tahun 1970.

Pada usia 88 tahun, ia menulis naskah musikal Jepang berjudul The Fall of Freddie the Leaf, yang menceritakan soal perjalanan hidup manusia dari segala kelompok usia (anak-anak hingga lansia). Saat itu, dia juga tampil sebagai aktor dan menari dengan anak-anak. Pertunjukan itu pertama kali dipentaskan pada tahun 2000. *

Artikel Selanjutnya
VIDEO: Terapi Sesak Napas bagi Jemaah Haji
Artikel Selanjutnya
Kakek Kardi Berjuang Lawan Sakit Paru Saat Berhaji