Sukses

Konsumsi Gula Anda Termasuk Berisiko ?

Liputan6.com, Jakarta Makan atau minum manis bisa menjadi candu bagi penyuka manis. Padahal tanpa sadar kebiasaan mengonsumsi gula berlebih bisa berisiko pada kesehatan tubuh. Memang tidak banyak yang tahu, mengonsumsi gula berlebih dapat mengundang penyakit.

Berdasarkan data penelitian riset kesehatan dasar Kementerian Kesehatan Indonesia pada 2013, mendapati 53,1 persen penduduk Indonesia berusia di atas 10 tahun, mempunyai kebiasaan mengonsumsi gula berlebih yang tergolong kebiasaan mengonsumsi makanan yang berisiko menjadi penyakit.

Sajian yang mengandung gula, seperti kue manis dan minuman bersoda sering kali dikonsumsi tanpa ada batasan. 

Sebagai contoh, jika seseorang minum kopi dengan satu sendok kopi serta tiga sendok gula, belum lagi makanan yang dikonsumsi yang mengandung gula lainnya.

Padahal, pemerinta merekomendasikan asupan gula tidak melebih 50 gram per hari atau 4 sendok makan per hari.
Untuk itu, mengubah gaya hidup atau mengubah kebiasaan mengonsumsi gula agar tidak berlebih ada salah satu solusinya. Berikut tips untuk mengubah kebiasaan mengonsumsi gula dari dr. Jessica Florencia dari klikdokter.com.

 Kapal Api Less Sugar

Baca informasi nilai gizi

Anda tidak perlu ke dokter atau ahli gizi untuk mengetahui konsumsi gula yang Anda hasilkan. Cukup teliti membaca nilai gizi yang tertera pada kemasan makanan atau minuman yang Anda konsumsi. Cermat mengetahui kebutuhan kalori sesuai dengan jenis kelamin, usia, tinggi, dan berat badan.

“Dengan begitu, Anda dapat mengetahui kandungan gula yang Anda butuhkan dalam satu hari,” ujar dr Jessica Florencia.

Makan dan minum secara cerdas

Mengubah kebiasaan hidup menjadi lebih sehat menjadi salah satu kunci agar bisa terhindar dari penyakit akibat kelebihan gula.

“Salah satunya mengonsumsi makanan dan muniman yang less sugar ehingga tidak perlu korbankan indra perasa Anda,” imbuh dr Jessica Florencia.

Kendalikan stres dengan tepat

Ketika Anda merasa stress akibat beban kerja atau aktivitas yang menyita waktu, ingat jangan makan. Menurut dr Jessica Florencia, bahwa penelitian menunjukkan perilaku makan seseorang yang sedang stres cenderung berlebih atau kalap, tanpa mengetahui kadar kandungan yang dimakan atau diminum.

“Seseorang dapat dengan mudah makan dan minum segala jenis makanan yang berkalori tinggi saat sedang stres,” ujar dr Jessica.

Untuk mengatasinya, Anda hanya perlu olahraga dengan teratur, berbincang, dan istrirahat saat stres datang. Selain itu, minta keluarga dan teman untuk menjadi pengigat yang baik dalam memilih makanan dan minuman saat sedang stres.

“Bahaya yang disebabkan oleh gula bisa menyerang siapa saja, bahkan sejak usia muda. Maka dari itu, beralih dengan gaya hidup sehat dengan mengubah kebiasaan konsumsi gula berlebih mulai dari sekarang,” tutup dr Jessica.

(*)

Artikel Selanjutnya
Petaka Menahan Buang Air Besar Lebih dari 1 Jam
Artikel Selanjutnya
Ini yang Bikin Tekstur Makanan Berubah Saat Disimpan di Kulkas