Sukses

18 Penyakit Tropis yang Terabaikan oleh Dunia (1)

Liputan6.com, Jakarta Media AS, Huffington Post, saat ini sedang melangsungkan Project Zero. Proyek yang berlangsung sepanjang tahun ini akan mengangkat isu tentang penyakit-penyakit tropis dan usaha untuk memerangi penyakit-penyakit itu.

Mengutip situs WHO, penyakit tropis adalah penyakit yang terjadi hanya di daerah tropis. Pada praktiknya, istilah ini sering digunakan untuk mengacu pada penyakit menular yang berkembang di kondisi yang panas dan lembap, seperti malaria, demam berdarah, dan lainnya.

Mengutip Huffington Post, lebih dari 1 miliar orang menderita berbagai jenis penyakit tropis, namun dunia (atau tepatnya dunia Barat) hampir tidak mempedulikannya.

Penyakit tropis yang diabaikan adalah kelompok dari setidaknya 18 penyakit yang seringnya menyerang mereka yang hidup di bawah garis kemiskinan di negara-negara tropis dunia. Dan menurut WHO, seringnya penyakit-penyakit ini tidak dikenal di bagian dunia yang lain.

Beberapa dari penyakit ini bisa fatal dan menyebabkan kematian, dan banyak di antaranya yang bisa menyebabkan kecacatan seumur hidup. Dan, walau banyak penyakit tropis yang bisa diobati dan dicegah, mendapatkan pengobatan yang layak untuk penderitanya adalah kesulitan terbesar. Ini karena penyakit tersebut terutama menyerang mereka yang ada di negara miskin dengan layanan kesehatan yang terbatas.

"Karena penyakit ini hanya mengancam daerah miskin, mereka jadi hampir tak terlihat di bagian dunia yang lain," ujar Direktur Jenderal WHO Margaret Chan dalam laporannya di tahun 2010. "Walaupun skala kebutuhan pengobatannya besar, kemiskinan di tempat tersebut membatasi akses bantuan dan pelayanan yang diperlukan untuk mengantarkannya."

Melansir Huffington Post, Jumat (5/5/2017), berikut beberapa penyakit tropis yang terabaikan dunia:

1 dari 4 halaman

1. Kaki gajah

Penyakit kaki gajah (Lymphatic filariasis) adalah salah satu penyebab utama kecacatan di seluruh dunia, menurut Centers for Disease Control and Prevention, AS.

Penyakit ini mempengaruhi 120 juta orang di seluruh dunia, dan bisa menyebabkan pembengkakan bagian tubuh, terutama kaki dan skrotum.

Walaupun penderitanya biasanya terinfeksi saat anak-anak, simton yang menyakitkan dan membuat cacat dari penyakit ini baru muncul kemudian.

2. Onchocerciasis

Onchoceriasis (river blindness) adalah penyakit mata dan kulit yang bisa menyebabkan gatal parah dan gangguan penglihatan--termasuk kebutaan.

Di seluruh dunia, diperkirakan ada 18 juta orang yang terinfeksi penyakit yang disebabkan oleh cacing parasit ini. Cacing parasit (cacing gelang) masuk ke tubuh lewat gigitan lalat.

Cacing ini bisa hidup sampai selama 14 tahun di dalam tubuh manusia. Cacing gelang betina bisa mencapai panjang 45 cm.

2 dari 4 halaman

3. Leishmaniasis

Ada beberapa bentuk Leishmaniasis, termasuk visceral, yang bisa fatal. Simtomnya termasuk demam dan penurunan berat badan, serta timbulnya kutil. Dalam bentuk paling umum, hal ini akan menyebabkan kulit melepuh, yang meninggalkan bekas luka seumur hidup dan kecacatan.

Penyakit ini, disebarkan oleh lalat, menyerang orang-orang paling miskin di dunia, menurut WHO, dan diasosiasikan dengan malnutrisi dan tempat tinggal buruk.

Setiap tahunnya, terjadi 1 juta kasus Leishmaniasis, yang menyebabkan 20.000 - 30.000 kematian.

Leishmaniasis bersifat sensitif-iklim, dipengaruhi oleh perubahan curah hujan, suhu udara dan kelembapan. Yang artinya, penyakit ini bisa dipicu oleh pemanasan global.

 

4. Demam berdarah

Demam berdarah di Indonesia bisa saja adalah penyakit yang umum, namun tidak di bagian lain dunia.

Pada tahun 2015, dilaporkan ada 2 juta kasus demam berdarah di Amerika--dan di beberapa bagian Asia dan Amerika Latin, demam berdarah parah adalah penyebab utama kematian pada anak-anak.

Demam berdarah ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti, tipe nyamuk yang sama dengan yang menyebarkan Zika. Untuk mengurangi risiko digigit, WHO merekomendasikan untuk menutup tempat air, menggunakan losion anti serangga, menggunakan jaring jendela dan kelambu, serta mengenakan baju berlengan panjang.

3 dari 4 halaman

5. Penyakit tidur (sleeping sickness)

Sleeping sickness ( Human African typanosomiasis) atau penyakit tidur adalah infeksi yang menyerang sistem saraf.

Penderitanya bisa telah terinfeksi selama bertahun-tahun tanpa menunjukkan gejala apapun, namun di tahapan kedua, pasien bisa mengalami perubahan perilaku, halusinasi, bahkan mengalami koma dan meninggal.

Kebanyakan penderitanya tinggal di daerah pelosok dan tidak memiliki akses ke pelayanan kesehatan yang layak. Hal ini membuat diagnosis dan pengobatan sulit diberikan.

WHO telah mengidentifikasi penyakit tidur sebagai penyakit yang bisa dihilangkan di tahun 2020, jika sumber yang tepat didedikasikan untuk hal ini.

6. Chagas

Chagas adalah penyakit fatal yang bisa mengancam nyawa. Di bulan pertama setelah infeksi, simtomnya masih ringan, seperti lepuhan kulit dan demam.

Namun pada bulan kedua, fasenya lebih kronis. Sepertiga dari pasien mengalami gangguan jantung yang bisa berujung pada gagal jantung dan kematian mendadak.

Penyakit ini ditularkan pada manusia lewat "kissing bugs" (serangga ciuman) yang hidup di retakan dinding atau atap rumah yang dikonstruksi secara buruk, biasanya di pedesaan, menurut data WHO.

Diperkirakan, ada enam sampai tujuh orang yang menderita penyakit ini di seluruh dunia. Kebanyakan tinggal di Amerika Latin, namun penyakit ini juga menyebar ke AS. Sekitar 300 ribu orang di AS menderita penyakit Chagas, menurut Dallas Morning News.

Artikel Selanjutnya
Memahami Bahaya Campak Jerman atau Rubella
Artikel Selanjutnya
Vaksin MR Aman dan Hampir 100 Persen Cegah Campak dan Rubella