Sukses

Penyebab Tingginya Kematian Ibu dan Bayi di Nusa Tenggara Timur

Liputan6.com, Kupang, Nusa Tenggara Timur Permasalahan kematian ibu dan bayi kerap terjadi di Nusa Tenggara Timur. Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek menyoroti hal tersebut.

Menurut Survei Dasar Kesehatan Indonesia (SDKI) 2007, angka kematian ibu melahirkan di NTT sangat tinggi, yakni sebesar 306 ibu dari 100.000 kelahiran. Padahal di tingkat nasional angkanya hanya 228 ibu dari 100.000 kelahiran.

Sedangkan angka kematian bayi adalah sebanyak 57 kematian dari setiap 1000 kelahiran. Padahal angka kematian bayi secara nasional lebih rendah, yaitu 36 kematian dari 1000 kelahiran.

Data terakhir tahun 2017 dari Balai Pelatihan Kesehatan Kupang mencatat, persentase kematian ibu dan bayi sebesar 85,7 persen. 

Menurutnya, penyebab kematian ibu hamil ini dikarenakan beberapa hal, salah satunya adalah masalah ibu yang kekurangan gizi.

”Ketika melahirkan, berat badan bayi dinilai sangat kurang. Bayi akan kekurangan gizi. Ibu dan bayi ini pun lebih besar berisiko meninggal,” kata Menkes Nila di sela-sela acara Kuliah Umum Kebijakan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga pada Selasa (2/5/2017) di Direktorat Poltekkes Kemenkes Kupang, NTT.

Menkes Nila pun mengajak seluruh ibu hamil untuk menjaga kehamilan secara tepat.

”Saya selalu menyarankan, ibu-ibu kalau hamil. Tolonglah, hamil yang sesuai diinginkan. Hamil yang tepat dan menjaga kesehatan janin. Hamil yang tanggungjawab,” sarannya.

Satu hal yang perlu diperhatikan. Hindari diet ketika hamil. ”Saat hamil sebaiknya jangan ikut-ikutan diet agar badan tetap ingin langsing. Yang paling penting itu, anak yang berada di dalam kandungan selalu tercukup gizinya,” ungkap Menkes Nila.

Berkaitan dengan femonena kematian ibu dan bayi di NTT, Menkes Nila mengemukakan, kemungkinan di desa-desa NTT itu tidak ada ketahanan pangan atau kurang memeroleh makanan yang cukup gizi. Selain itu mereka juga kurang pengetahuan soal kecukupan gizi selama hamil.

Faktor lain soal angka kematian ibu yang tinggi berupa jarak tempat tinggal yang jauh. Misal, ada ibu hamil yang tinggal di gunung. Bila terjadi sesuatu pada ibu hamil atau segera melahirkan, maka ia kesulitan bahkan terlambat ditolong.