Sukses

Jangan Jadikan Usia Tua Halangan Agar Tetap Bisa Aktif

Liputan6.com, Jakarta Bertambahnya usia memang tidak bisa dicegah. Namun, hanya beberapa orang yang tidak siap memasuki fase tersebut. Tak hanya itu, sebagian orang merasa cemas pada usia lanjut karena tidak bisa lagi melakukan hal produktif dan bergerak secara leluasa laiknya masa muda.

Maklum, saat usia bertambah tua, banyak organ tubuh mulai mengalami penurunan performa. Misalnya, cepar lelah, mata rabun, serta kesehatan tulang mulai terganggu atau terancam osteoporosis, otot yang melemah atau sarcopenia. Alhasil, tubuh pun mudah sakit-sakitan.

Perlu dipahami, penyakit tulang, sendi dan otot salah faktornya adalah bertambahnya usia. Hal itu akan bertambah menyusahkan bagi Anda yang kerap melakukan banyak hal. Terutama pada kaum perempuan. Anda harus tetap bergerak walaupun usia tidak memungkinkan untuk bergerak terus-menerus. Inilah yang membuat sebagian wanita cemas masa tuanya terbatasi karena performa tubuh turun.

Padahal masih ada hal yang perlu dikerjakan walaupun dalam usia lanjut. Mulai dari mengurus pekerjaan, keluarga, dan berinterkasi dengan masyarakat. Nah, hal itu akan bertambah buruk ketika Anda mempunyai segudang hobi yang memerlukan daya lebih dari sistem muskuloskeletal.

Mulai dari hobi fotografi, berlari dan hiking. Bisa dibayangkan, jika Anda dengan hobi tersebut harus terhenti lantaran performa tulang Anda menurun.

Untuk itu perlu pencegahan sebelum semuanya terlambat. Masih banyak kok, orang lanjut usia tetap fit, produktif dan tetap bisa bergerak. Nah, solusinya adalah menerapkan gaya hidup sehat.

Berdasarkan data terbaru, 90% wanita Indonesia menyadari pentingnya gaya hidup sehat demi mengurus keluarga dan menjalankan peran dalam masyarakat, namun hanya sedikit yang berusahan menerapkan pola makan sehat dan olahraga rutin.

Data tersebut diungkapkan oleh Survey Kesehatan Wanita Indonesia 2017 yang diselenggarakan oleh Fonterra Brands Indonesia dan Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI).

Cegah

Untuk meningkatkan kesehatan tulang, sendi dan otot, ada beberapa solusi yang bisa dilakukan dari sekarang.

Seperti dilansir dari Spine-health, Senin (8/8/2016). Untuk pencegahan mengenai keroposan tulang, Anda bisa melihat silsilah riwayat keluarga. Mulai dari keluarga Ibu, apakah ada dari anggota keluarga pengidap penyakit tersebut. Walaupun tidak ada, Anda tetap harus waspada.

Tak hanya itu, buatlah dan berjanjilah pada diri Anda agar beralih ke makanan yang bergizi. Bantu cukupi kebutuhan protein, kalsium, vitamin D, berbagai zat gizi penting lainnya untuk kesehatan tulang, sendi dan otot seperti mineral, magnesium, zink, vitamin C, vitamin E dan kolagen. Pilih makanan yang bervariasi dengan porsi yang cukup dan seimbang. Sumber protein seperti susu, daging, dan ikan mendukung kekuatan tulang dan otot. Paparan terhadap matahari pagi memberikan vitamin D yang penting bagi tulang dan otot.

Ketika tubuh tidak mendapatkan asupan kalsium yang cukup, tubuh pun akan menarik kalsium dari dalam tulang. Akibatnya tulang pun melemah. Kalsium sendiri banyak terdapat pada susu. ANLENE kini memberikan berbagai zat gizi lainnya yang mendukung kesehatan tidak saja tulang, namun juga, sendi dan otot.Salah satu komponen utama pada tulang rawan pada sendi adalah kolagen. Anlene memberikan kolagen juga vitamin C & E sebagai antioksidan yang dapat memberikan perlindungan.

Disamping gizi yang baik, berolahraga rutin juga dapat menjaga kekuatan dan kelenturan tubuh, sehingga mengurangi risiko berkurangnya massa otot, menjaga keseimbangan postur, mengurangi resiko jatuh, dan tetap lentur dapat bergerak bebas di usia senja.

Dengan hastag TetapBisa, Anlene mengajak para wanita Indonesia untuk berkomitmen untuk menjaga tulang, sendi dan otot. Tetap bisa aktif untuk diri sendiri dan orang tersayang. TetapBisa!

Yuk, mulai aktif bergerak supaya kamu #TetapBisa mendampingi keluarga tercinta hingga usia tua nanti! Cari tahu lebih banyak tentang kampanye ANLENE #TetapBisa dengan mengunjungi situs ini, yuk!

(Adv)

Artikel Selanjutnya
Mau Sehat Saat Usia Senja, Ayo Bergerak!
Artikel Selanjutnya
Benarkah Jadi Sulit Menurunkan Berat Badan di Usia 30-an?