Sukses

Sebagian Besar Remaja Ternyata Bahagia dengan Kehidupannya

Liputan6.com, Inggris Sebagian besar remaja berusia 15 tahun dilaporkan bahagia dengan kehidupan mereka. Temuan ini didapat dari studi internasional tentang kesejahteraan siswa, yang dilaporkan Organization for Economic Co-operation and Development (OECD). Rata-rata skor kepuasan sebanyak 7,3 dalam skala dari nol sampai 10.

Remaja di Inggris memiliki skor kepuasan di bawah rata-rata tujuh. Tapi kecemasan soal ujian tetap menjadi masalah bagi sebagian besar remaja. Penggunaan internet yang kronis membuat banyak orang merasa kesepian dan kurang puas.

Hal ini didasarkan pada survei terhadap 540 ribu siswa internasional bidang sains, matematika dan, membaca pada tahun 2015. Studi juga mengungkapkan, adanya variasi besar dalam kepuasan hidup remaja dari 48 negara OECD dan negara-negara mitra.

Tingkat kepuasan tertinggi ditemukan di Republik Dominika (8,5), Meksiko (8,3) dan Kosta Rika (8,2), sedangkan negara Asia atau Korea (6,4), Hong Kong (6,5), Makau (6,6), dan Taiwan (6,6) dengan catatan tingkat kepuasan rendah.

Sesuai ditulis pada laman BBC, Kamis (20/4/2017), Inggris menempati posisi ke 38 untuk kepuasan hidup remaja diikuti negara-negara seperti Rusia (7,8), Bulgaria (7,4) dan Estonia (7,5). Meskipun tingkat kepuasan rata-rata cukup tinggi, bullying adalah masalah yang signifikan bagi anak muda.

Rata-rata di seluruh negara OECD, sekitar 11 persen remaja mengatakan, mereka sering diejek, dikucilkan (7 persen), dan objek bercanda yang menyakitkan (8 persen). Sekitar 4 persen siswa-sekitar satu anak per kelas-melaporkan, mereka pernah dipukul setidaknya beberapa kali per bulan.

Stres karena ujian juga menjadi permasalahan tersendiri, sebanyak 59 persen siswa sering khawatir, ujian akan sulit dan khawatir mendapatkan nilai buruk (66 persen).

Di seluruh negara-negara OECD, sekitar 55 persen siswa sangat cemas sebelum ujian. Anak perempuan cenderung lebih khawatir daripada anak laki-laki.

1 dari 2 halaman

Meningkatnya penggunaan internet

Meningkatnya penggunaan internet

Laporan OECD juga menemukan, siswa menghabiskan lebih dari dua jam berselancar internet selama hari kerja biasa sepulang sekolah. Lebih dari tiga jam mereka mengakses daring selama hari akhir pekan.

Mayoritas anak mengakui, internet adalah sumber pencarian infromasi yang bagus dan mereka merasa lemas bila tidak ada koneksi internet yang tersedia. Siswa yang menghabiskan lebih dari enam jam mengakses internet pada hari kerja di luar jam sekolah dilaporkan tidak puas dengan kehidupan mereka.

Mereka merasa kesepian di sekolah. Dalam pelajaran sains, mereka merasa kurang berbakat daripada siswa yang menghabiskan lebih sedikit waktu mengakses internet.

Antara tahun 2012 dan 2015, waktu yang dihabiskan remaja mengakses internet di luar jam sekolah meningkat setidaknya 40 menit sehari di hari kerja dan akhir pekan.

Artikel Selanjutnya
Menyedihkan, Sindrom Langka Buat Gadis Ini Lahir Tanpa Muka
Artikel Selanjutnya
Tak Pernah Satu Rumah 16 Tahun, Pasutri Ini Tetap Hidup Bahagia