Sukses

Minum Kopi Saat Menyusui Pengaruhi Kualitas ASI?

Liputan6.com, Jakarta Secangkir kopi memang nikmat dan memiliki banyak manfaat. Namun, perempuan yang sedang menyusui, mesti atas persetujuan dokter jika ingin minum kopi.

Sebab, khusus seorang ibu yang sedang menyusui, ada aturan main dan batasan yang harus diperhatikan sebelum minum kopi.

Aturan ini muncul bukan tanpa alasan. Sebab, ketika kafein yang terkandung di dalam kopi masuk ke peredaran darah, maka (kurang dari 1%) akan masuk ke ASI.

Kadar kafein dalam ASI akan meningkat selama beberapa jam setelah Anda minum.

Untuk itu, Anda yang sedang menyusui tidak dianjurkan mengonsumsi minuman berkafein lebih dari 300 mg/ hari. Bagaimana cara mengukurnya dengan mudah? Sebagai patokan, 1 cangkir (240 ml) kopi hitam mengandung 95– 200 mg kafein. Sedangkan 1 cangkir kopi instan mengandung 27– 173 mg kafein.

Jika mengonsumsinya berlebihan (lebih dari 2– 3 cangkir per hari), dapat menyebabkan Anda dan bayi akan mengalami gangguan tidur, mudah rewel, dan gelisah.

Perhatikan juga bila bayi Anda terlihat gelisah atau rewel ketika Anda mengonsumsi kopi, meski tidak berlebihan. Sebaiknya segera hentikan dahulu kegiatan favorit Anda itu.

Kafein dalam kopi yang Anda minum setiap hari, bahkan dari gerai kopi yang sama, bisa berbeda- beda kandungannya. Hal ini bergantung dari banyak faktor, mulai dari proses penggilingan dan penyeduhan kopi.

Jadi sebenarnya sah–sah saja jika Anda ingin minum kopi saat sedang menyusui. Tapi ingat batasannya. Selain itu, perhatikan bila ada perubahan perilaku pada bayi Anda, ya.

Artikel Selanjutnya
5 Resep untuk Melancarkan dan Meningkatkan Kualitas ASI
Artikel Selanjutnya
VIDEO: Kapan Waktu Terbaik untuk Minum Kopi?