Sukses

Terobosan Anies-Sandiaga, Ada Ruang ASI di Mal dan Perkantoran

Liputan6.com, Jakarta Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Anies - Sandiaga, akan mewajibkan mal dan perkantoran yang tersebar di Ibu Kota memiliki ruang menyusui (laktasi).

Terobosan ini merupakan salah satu dari sekian banyak janji yang dilontarkan Anies - Sandiaga selama masa kampanye. Tujuannya agar jumlah ibu yang memberikan ASI eksklusif bertambah selama keduanya menjabat sebagai orang nomor 1 dan 2 di Jakarta.

Mengacu pada Profil Kesehatan Indonesia, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2016, angka ibu di Provinsi DKI Jakarta yang memberikan ASI eksklusif masih sangat rendah, hanya 67,1 persen.

Menurut Anies - Sandiaga, seperti yang tertulis di jakartamajubersama.com, capaian ASI eksklusif di Jakarta masih rendah karena semua tempat kerja dan mal belum menyediakan ruang ASI.

"Di rumah sakit pun belum semua bayi memperoleh inisiasi menyusui dini, jumlah konselor menyusui masih kurang, dan ditambah dengan gencarnya promosi susu formula," seperti yang tertulis di situs tersebut yang diunggah pada 23 November 2016.

Terobosan atau solusi dari pasangan Anies - Sandiaga mendapat dukungan seorang dokter dari RSB Asih sekaligus pendiri pejuang ASI, dr Ameetha Drupadi,"Saya sangat setuju dan sangat mendukung apa yang disampaikan oleh Pak Anies - Sandi saat kampanye."

Meski demikian, tujuan mulia tersebut akan berjalan lancar dan hasil yang diinginkan tercapai apabila dibarengkan dengan sebuah gerakan mengedukasi para ibu menyusui tentang tata cara menyusui yang benar.

"Supaya tidak ada lagi keluhan lecet putingnya, sakit, atau bengkak pada saat ibu menyusui. Karena pada dasarnya, menyusui itu harus menyenangkan dan happy," katanya saat dihubungin Health Liputan6.com pada Kamis (20/4/2017)

Menurutnya, Pemerintah Daerah DKI Jakarta mesti terus melakukan beragam upaya untuk mengedukasi tentang pentingnya ASI serta cara menyusui.

"Jika ada problem menyusui, sebaiknya memang harus segera diselesaikan agar tidak berlarut dan menjadi masalah medis berkepanjangan, yang berimbas bagi pertumbuhan si jabang bayi dan kesehatan ibunya," kata Ameeta menekankan

Atas dasar itu, penting adanya satu blueprint edukasi ASI bagi para ibu menyusui di Jakarta. Dengan harapan tidak hanya menjadi satu atau dua program, tapi menjadi satu grand master pembangunan sistem kesehatan ibu dan anak sejak hamil, menyusui, sampai merawat anaknya untuk tumbuh dan berkembang.

"Media penyuluhan ASI eksklusif memang penting disampaikan secara tertulis, tapi maknanya bisa berkurang atau tidak maksimal jika tidak disampaikan secara langsung sebagai bentuk pelatihan bagi ibu menyusui," kata Ameeta memberi saran untuk pasangan Anies - Sandiaga.

Artikel Selanjutnya
Respons Pakar Terkait Janji Anies-Sandiaga Soal ASI Eksklusif
Artikel Selanjutnya
Anak Sudah 2 Tahun, Masih Bolehkah Terima ASI?