Sukses

Respons Pakar Terkait Janji Anies-Sandiaga Soal ASI Eksklusif

Liputan6.com, Jakarta Banyak janji yang disampaikan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies - Sandiaga, selama masa kampanye. Meski yang melekat di kepala warga DKI adalah soal kepemilikan rumah dengan uang muka nol rupiah.

Setidaknya ada 23 janji yang harus Anies-Sandiaga realisasikan bagi warga saat menjabat sebagai orang nomor 1 dan 2 di Jakarta selama lima tahun.

Health Liputan6.com menemukan sebuah janji dari Anies-Sandiaga untuk para ibu di Jakarta, yaitu program percepatan ASI eksklusif untuk memenuhi target nasional.

Janji tersebut dibuat karena capaian ASI eksklusif di Provinsi DKI Jakarta masih sangat rendah, hanya 67,1 persen dari jumlah seluruh ibu melahirkan. Angka ini diambil dari data Profil Kesehatan Indonesia, Kementerian Kesehatan, 2016.

Agar janji ini terlaksana dengan baik, Anies-Sandiaga punya 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui dalam 6 bulan pertama setelah ibu melahirkan;

  1. Sarana pelayanan kesehatan mempunyai kebijakan tentang penerapan 10 langkah menuju keberhasilan menyusui dan melarang promosi PASI
  2. Sarana pelayanan kesehatan melakukan pelatihan untuk staf sendiri atau lainnya
  3. Menyiapkan ibu hamil untuk mengetahui manfaat ASI dan langkah keberhasilan menyusui. Memberikan konseling apabila ibu penderita infeksi HIV positif
  4. Melakukan kontak dan menyusui dini bayi baru lahir (1/2-1 jam setelah lahir)
  5. Membantu ibu melakukan teknik menyusui yang benar (posisi peletakan tubuh bayi dan pelekatan mulut bayi pada payudara)
  6. Hanya memberikan ASI saja tanpa minuman pralaktal sejak bayi lahir
  7. Melaksanakan rawat gabung ibu dan bayi
  8. Melaksanakan pemberian ASI sesering dan semau bayi
  9. Tidak memberikan dot/ kempeng
  10. Menindaklanjuti ibu-bayi setelah pulang dari sarana pelayanan kesehatan

Anies - Sandiaga

Dokter dari RSB Asih sekaligus pendiri pejuang ASI, dr Ameetha Drupadi, menunggu sekali Anies-Sandiaga menjalankan janjinya ini. Besar harapan program ini dapat melahirkan anak-anak Jakarta yang sehat berkat pemberian ASI eksklusif selama enam bulan.

"Dengan program ini, diharapkan ibu-ibu pekerja mendapatkan cuti sehingga bisa fokus dalam memberikan ASI eksklusif kepada bayinya sampai usia enam bulan," kata Ameetha saat dihubungi Health Liputan6.com pada Kamis (20/4/2017).

Sedangkan kalau seorang ibu masih saja bekerja, ditakutkan beban pekerjaan dan tekanan yang dia dapatkan selama di kantor membuat pikirannya jadi terbagi-bagi. Padahal, untuk mendapatkan ASI yang baik, seorang ibu harus fokus, tenang, dan merasa dicintai.

Diharapkan juga para suami mendapatkan jatah cuti atau keringanan saat anaknya lahir. Bagaimana juga, seorang istri butuh dukungan dari suaminya untuk menghasilkan ASI yang berlimpah.

ASI, kata Ameetha, mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi demi tumbuh kembang yang optimal. Program ini juga sejalan dengan fakta bahwa para ibu di Jakarta masih menyepelekan manfaat dari memberikan ASI eksklusif sampai usia enam bulan.

"Masih banyak ibu di Jakarta yang belum sadar pentingnya ASI. Selain ibu memberikan nutrisi yang baik kepada bayinya, ibu pun kian dekat dengan anaknya (karena ada kontak kulit selama menyusui)," kata Ameetha.

Akan tetapi ada baiknya Anies-Sandiaga juga memberikan penyuluhan agar program ini bisa berjalan dan diterima baik oleh ibu-ibu di Jakarta. Jangan cuma sekadar program, lalu dijalankan, yang malah membuat para ibu jadi bingung memulai dari mana.

"Harus ada blue print-nya. Pemberian pemahaman harus step by step. Program dari usia nol sampai dua bulan harus bagaimana, dua sampai empat bulan bagaimana, begitu juga seterusnya. Termasuk masalah puting lecet selama menyusui," katanya.

Artikel Selanjutnya
Begini Cegah Sakit Setelah Lebaran
Artikel Selanjutnya
Anak Harus Minum Setiap Jam Selama Perjalanan Libur Lebaran