Sukses

Rutin Berhubungan Seks Kurangi Risiko Penyakit Berbahaya

Liputan6.com, Jakarta Berhubungan seks secara teratur mengurangi risiko mengalami kepikunan dini. Sebab, seks merupakan kegiatan "menyenangkan" yang dapat merangsang bagian-bagian di otak kita yang berhubungan dengan pembelajaran dan ingatan.

Berhubungan badan pun membantu pasangan tidur lebih cepat, nyenyak, dan berkualitas sehingga stres pun jadi berkurang.

Tidak hanya itu, masih banyak keuntungan lain yang bakal kita rasakan setelah menjadikan seks kegiatan yang rutin.

1. Sistem kekebalan tubuh lebih kuat

Dikutip dari situs Daily Mail, Rabu (19/4/2017), ilmuwan dari Wilkes University, Pennsylvania menyebutkan, berhbungan seks dua kali seminggu meningkatkan tingkat antibodi sebesar 30 persen.

Antibodi adalah protein yang digunakan oleh sistem kekebalan tubuh kita untuk mencegah terjadinya flu.

2. Kesehatan jantung lebih oke

Para ilmuwan di New England Research Institute, Massachusetts, menemukan, pria berumur 50 tahun yang berhubungan seks setidaknya dua kali seminggu menurunkan risiko sakit jantung.

3. Turunkan tekanan darah

Sebuah studi di Michigan State University menemukan wanita 57 sampai 85 tahun yang masih menikmati seks cenderung tensinya normal.

Tekanan darah mereka stabil. Risiko mengalami serangan jantung dan stroke pun berkurang.

4. Jarang sakit kepala

Seks memicu pelepasan hormon endorfin yang dapat menghilangkan rasa sakit kepala.

5. Risiko mengidap kanker prostat berkurang

Pria yang mengalami ejakulasi setidaknya 21 kali dalam sebulan, lebih kecil kemungkinannya mengidap kanker prostat. Dibanding pria yang ejakulasi sebanyak empat sampai tujuh kali.

National Cancer Institute di Maryland, menyebut, ejakulasi dapat membersihkan zat-zat penyebab kanker atau mencegah perkembangan deposit kalium yang dikaitkan dengan kanker prostat.

Jadi, masih menunda berhubungan seks? Sayang sekali.

Saksikan Live Streaming Jakarta Fashion Week 2018

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Jangan Bercinta di Waktu Ini Kalau Tak Mau Rugi
Artikel Selanjutnya
Berhenti Lakukan Hubungan Seksual, Baik atau Buruk?