Sukses

Diet Buah Kurang Baik untuk Otak?

Liputan6.com, Jakarta Pakar Diet dan Nutrisi, Triyani Kresnawan DCN Mkes, kurang setuju jika diet buah dilakukan dalam jangka waktu yang panjang. Apalagi jika pada praktiknya para pelaku diet buah hanya makan buah dan menghilangkan sumber lainnya.

Ia sendiri tak memungkiri bahwa saat ini tengah tren di masyarakat sejumlah program penurunan berat badan dengan menghilangkan sumber karbohidrat. Sebut saja diet buah dan diet keto (mengonsumsi makanan tinggi lemak).

Sejatinya, karbohidrat atau gula adalah kebutuhan dasar yang diperlukan oleh tubuh kita, terutama otak.

"Anjuran kita harus ada komposisi karbohidrat, lemak, serat, dan protein," kata Triyani saat dihubungi Health Liputan6.com pada Selasa (18/4/2017)

Buah memang punya kandungan gula berupa gula fruktosa. Akan tetapi dibutuhkan banyak buah untuk memenuhi kebutuhan otak kita. "Minimal 130 gram sehari masuk ke dalam tubuh orang dewasa. Kalau dihitung-hitung, butuh berapa banyak buah?" kata Triyani menekankan.

Idealnya penurunan berat badan yang menyenangkan bila kita memasukkan semua sumber ke dalam tubuh. Ada nasi, protein hewani dan nabati, serta serat dari buah dan sayur.

"Kita makan pakai piring bulat, kalau bisa jangan besar-besar juga. Setengah dari piring kita isi dengan sayur dan buah. Setengah sisinya lagi kita bagi dua untuk karbohidrat dan protein hewani nabati," katanya menenkan.

Triyani pun menyarankan, untuk menurunkan berat badan sebaiknya makan buah dan sayur sebelum tubuh menerima sumber makanan lainnya. Jedanya juga tidak perlu terlalu lama.

"Anjuran dari memasukkan buah dan sayur terlebih dulu agar terhindar dari lapar mata terhadap karbohidrat. Setelah buah dan sayur, baru nasi dan lauk-lauk lainnya," kata Triyani menekankan.

Artikel Selanjutnya
Cara Tetap Penuh Energi Meski Sedang Diet
Artikel Selanjutnya
6 Cara Sederhana Kuatkan Jantung