Sukses

Bukan Kisah Cinderella, Menikah Tak Seindah yang Dibayangkan

Liputan6.com, Jakarta Gara-gara kisah dongeng romantis, banyak orang yang mengira bahwa menikah merupakan awal dari kehidupan yang bahagia selamanya.

Faktanya, orang yang sudah menikah akan menemui banyak tantangan, yang tak jarang pernikahan itu sendiri menjadi taruhannya. Sebab, kenyataan tak seindah yang diharapkan.

Agar pasangan tidak jatuh dalam masalah besar atau bahkan perceraian, Psikolog Klinis Dewasa dari TigaGenerasi, Anna Dauhan, mengingatkan agar landasan berpikir kita tidak 'teracuni' oleh akhir cerita pernikahan Cinderella, yang seakan-akan hidup bahagia selamanya.

Pasangan suami istri baru harus tahu, pertengkaran akibat berbeda pendapat kerap terjadi di awal pernikahan.

"Ya itu yang sering terjadi karena itu (awal menikah) adalah masa transisi from me to we. Pada saat ini memang banyak enggak enaknya karena harus menekan keinginan supaya keinginan pasangan juga terakomodir," kata Anna usai peluncuran buku Anti Panik Mempersiapkan Pernikahan dari TigaGenerasi ditulis Minggu (16/4/2017).

Supaya tidak terjatuh dalam pertengkaran atau mengucapkan cerai, Anna mengingatkan agar suami dan istri harus memiliki tiga keterampilan saat mengarungi bahtera rumah tanga.

"Skill yang perlu dimiliki adalah good fight (pertengkaran yang berakhir baik bukan marah-marah), komunikasi terbuka, serta kemauan 'bertemu di tengah',"katanya menyarankan.

Banyak kejadian dari pasangan baru menikah yang memutuskan untuk berpisah pada saat keterampilan tersebut belum terlalu diasah. 'Ah udah enggak tahan, udahan aja'.

Jika orang ini masih menerapkan cara berpikir yang sama, bisa jadi pada hubungan selanjutnya pun mengalami kekandasan. Sehingga, penting sekali memiliki tiga keterampilan di atas saat menikah.

Artikel Selanjutnya
Putri Diana: Pernikahanku, Hari Terburukku...
Artikel Selanjutnya
Akting Koma, Amanda Rawles Gagal Fokus