Sukses

Gunakan KB IUD, Apa Pengaruhnya pada Hubungan Seks?

Liputan6.com, Jakarta Kalau berbicara tentang alat kontrasepsi, intrauterine device (IUD) atau yang dulu sering disebut KB spiral, bisa dibilang pilihan yang paling tidak merepotkan.

Begitu alat KB berbentuk huruf T ini ditanamkan ke rahim, Anda bisa berhenti khawatir belum minum pil, takut kondom bocor, atau bahkan mengkhawatirkan kehamilan itu sendiri.

Data dari Center for Disease and Prevention AS menemukan, penggunaan alat KB ini melonjak di sepanjang tahun 2015. Namun mengingat alat KB ini dimasukkan melalui vagina, tentunya akan muncul pertanyaan: Bagaimana KB IUD akan mempengaruhi kehidupan seks Anda.

"Faktanya, kebanyakan wanita bahkan tidak tahu IUD mereka ada di sana," ujar Jaime Knopman, M.D., spesialis kesuburan dari Colorado Center for Reproductive Medicine.

"Karena IUD diletakkan dalam rongga rahim, Anda tidak bisa melihat atau merasakannya. Jadi seharusnya hal ini tidak memiliki efek negatif terhadap kehidupan seks."

Namun tentunya adalah pengecualian terhadap setiap hal. Berikut enam fakta menarik yang perlu Anda ketahui tentang berhubungan seks dengan menggunakan IUD:

1 dari 4 halaman

1. Tidak akan mempengaruhi gairah seks

"Ada dua tipe IUD, hormonal dan non-hormonal, dan keduanya tidak akan mempengaruhi gairah seks atau apa yang Anda rasakan saat seks," ujar Knopman. Bahkan, sebuah studi tahun 2012 terhadap 400 orang wanita menemukan, tidak ada perbedaan mencolok terhadap fungsi seksual dari wanita yang menggunakan IUD hormonal dan yang tidak."

IUD hormonal akan mengurangi pendarahan dan kram saat menstruasi, dan bahkan bisa benar-benar menghentikannya. Jadi jika Anda bukanlah orang yang mau bercinta saat menstruasi, ini artinya jadwal Anda akan jadi lebih terbuka bila menggunakan IUD jenis ini, ujar Amir Marashi, M.D., dokter kandungan dan direktur bedah di New York Center for Aesthetic Rejuvenation.

2. Bisa bikin seks makin panas

Karena tak lagi khawatir akan hamil di luar rencana, beberapa wanita merasakan peningkatan sensasi saat bercinta.

"Ketika Anda tidak harus mengingat kapan waktunya minum pil, dan IUD tidak mengganggu konsentrasi bercinta seperti saat harus memasang kondom, seks bisa jadi lebih spontan," ujar Jess O'Reilly, Ph.D., seksolog dari Astroglide.

2 dari 4 halaman

3. Pasangan mungkin bisa merasakan benangnya

Jika Anda khawatir benang IUD akan mengganggu pasangan, Anda tidak sendiri. Hal ini adalah salah satu kekhawatiran utama di antara para wanita pengguna IUD.

"Benangnya bisa terasa tajam bagi penis pria, tergantung bagaimana ujung benang dipotong," ujar Marashi. "Benag IUD harus selalu dipotong rata, tapi jika seorang dokter masih baru, dan salah memotong ujung benang, hal ini bisa membuat benang terasa seperti jarum."

Tapi tak usah khawatir, kemungkinan hal itu terjadi sangatlah kecil. Lagipula saat ini benang IUD sudah sangat kecil, dan hampir-hampir tidak terasa, dan akan semakin melunak seiring waktu. Dan jika pasangan Anda memang benar bisa merasakannya, Anda selalu bisa meminta dokter memeriksa ujung benang dan memendekkannya, ujar Knopman.

4. Pendarahan seusai seks bisa terjadi

Beberapa wanita bisa mengalami pendarahan saat seks dengan IUD--terutama IUD hormonal--walaupun hal ini sangat jarang.

"IUD hormonal mempertipis dinding endometrium, bagian dalam rahim yang lepas setiap bulan saat menstruasi," ujar Sara Twogood, M.D., asisten profesor kebidanan dan kandungan klinis di Keck School of Medicine di California. "Jika dinding sangat tipis, dia bisa rontok sedikit saat seks, yang menyebabkan pendarahan."

Lagipula, setiap kali Anda mengalami pendarahan, Anda memang harus memeriksakannya ke dokter untuk memastikan penyebabnya, terutama jika Anda merasa nyeri. Hal itu bisa jadi tanda IUD Anda posisinya tidak benar, yang akan membuat Anda tak terlindungi.

3 dari 4 halaman

5. Tak ada posisi seks yang terlarang

Setiap orang berbeda, namun jika IUD diletakkan di posisi yang tepat di dalam rahim, makan seharusnya Anda tidak akan merasakan apapun saat seks, ujar Twogood.

Hal ini disetujui oleh O'Reilly. "Saya pernah mendengar beberapa wanita mengatakan posisi doggy style jadi terasa agak tidak nyaman, namun kebanyakan wanita berkata kehidupan seks dan posisi seks merekta tidak terpengaruh.

6. Seks yang kasar tidak akan mengganggu IUD

IUD Anda bisa jadi tergeser keluar, tapi hal ini sangat-sangat jarang. "Di tahun pertama setelah menggunakan IUD, tingkat kemungkinan tergeser keluarnya IUD kira-kira 5 persen," ujar Twogood. "Berhubungan seks tidak akan mengurangi atau meningkatkan kemungkinan ini.

Beberapa rahim bisa mengeluarkan IUD begitu saja. Biasanya, Anda bisa langsung menggantinya dan hal ini tidak akan terjadi lagi. Namun terkadang, rongga rahim wanita terlalu kecil untuk bisa menerima iUD secara nyaman, ujar Sarah Yamaguchi, M.D., dokter kandungan di Good Samaritan Hospital di Kalifornia.

Artikel Selanjutnya
Jangan Bercinta di Waktu Ini Kalau Tak Mau Rugi
Artikel Selanjutnya
Pakar Seks Beberkan Keuntungan Bercinta di Kamar yang Terang