Sukses

Asupan Gizi Sehari-hari Tentukan Umur Panjang Seseorang

Liputan6.com, Jakarta Ahli Gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Hardinsyah MS PhD, tidak pernah bosan mengingatkan masyarakat Indonesia untuk memerhatikan asupan gizi seimbang sehari-hari.

Sebab, pola konsumsi sehari-hari menentukan kesempatan kita berumur panjang. Tak lain karena adanya keterkaitan antara pola asupan gizi yang diperlukan dengan reaksi tubuh kita.

"Pola makan dan asupan gizi yang tidak teratur berdampak pada peningkatan kadar kolesterol jahat (low densisty lipoprotein) yang secara bertahap dapat menyebabkan kematian melalui stroke maupun serangan jantung," kata Hardinsyah dalam seminar Gaya Hidup Bebas Kolesterol dan Penyakit Jantung di RS Siloam TB Simatupang, Sabtu (1/4/2017)

Semua masyarakat dari berbagai kalangan umur penting menjalani pola gizi seimbang. Begitu juga dengan pemenuhan asupan cairan di tubuh dan tidak pernah lupa berolahraga.

"Semua itu merupakan langkah utama agar tubuh sehat dan panjang umur," ujarnya.

Mengacu pada aturan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, ada pun pola gizi seimbang yang dimaksud Prof Hardinsyah adalah dalam satu piring terdapat makanan berserat. Tak hanya sayuran, harus ada buah-buahan segar juga.

"Sedangkan di bagian sisi piring terdapat asupan karbohidrat (nasi), lauk pauk (tempe atau ikan), dan asupan air putih. Dan olahraga sebanyak tiga kali dalam seminggu," kata Hardinsyah.

Omongan Hardinsyah itu mendapat tanggapan yang baik dari Dr Emanoel Oepangat MD FIHA. Ahli Jantung dan Pembuluh Darah RS Siloam TB Simatupang ini sependapat bahwa tubuh membutuhkan asupan gizi seimbang, guna mencegah terjadinya stroke, dan serangan jantung.

"Dan satu hal lagi, deteksi dini dengan rutin memeriksakan diri setiap tiga hingga enam bulan sekali ke dokter, agar kita mengetahui sejauh mana kadar kolesterol yang ada di dalam tubuh pasien," kata Dr Emanoel menambahkan.

Menurutnya, apabila pola konsumsi sehari-hari saja tidak teratur dan tidak seimbang, dapat memengaruhi kadar kolesterol pada tubuh yang secara otomatis menurunkan kesempatan seseorang mendapatkan umur panjang.

Artikel Selanjutnya
Makan Telur Tak Perlu Khawatir Sakit Jantung
Artikel Selanjutnya
Perempuan Rentan Anemia, Bagaimana Mencegahnya?