Sukses

Sekolah Ini Tawarkan Metode Tradisional untuk Anak Didiknya

Liputan6.com, Jakarta Saat ini, banyak orangtua yang sibuk dengan aktivitasnya di kantor sehingga mereka tak punya waktu banyak untuk mengajari anak-anaknya. Mereka pun menyerahkan semua keperluan anak kepada babysitter.Ā Sudah tepatkah?

Sebaiknya, orangtua menyerahkan anak-anak agar mandiri ke tempat yang tepat. Salah satunya adalah Ceria Montessori yang berada di Sinabung 2, Jakarta Selatan.

Kelebihan Ceria Montessori yaitu anak umurĀ nol sampai enam tahun akan diajarkan menjadi anak yang mandiri, peduli dengan sesama, serta punya konsep hidup.

Ceria Montesorri (foto: Meiristica Nurul)

Menurut salah satu pengajar, Berlian Agustina, hal yang berbeda sekolah di Ceria Montessori dengan lainnya adalah metode yang dipakai tradisional.

"Kami di sini menggunakan alat-alat yang tradisional yaitu kayu, bukan plastik. Karena anak-anak di sini diajarkan untuk belajar dengan melihat dan meraba sendiri secara langsung," katanya Sabtu (1/4/2017).

Ceria Montessori juga tidak mengutamakan untuk menjadikan anak pintar, melainkan membentuk anak tahu kemampuan dirinya sesuai dengan usianya. Bukan itu saja, di sana anak-anak juga sejak dini sudah diajarkan konflik dan stres.

"Di sini kita membagi kelas menjadi tiga yaitu untuk anak-anak usia 2-3 tahun, 3-4 tahun, dan 4-6 tahun yang masing-masing kelas ada 16 murid dengan tiga guru. Kenapa ada campuran usia? Agar anak yang usianya lebih tua bisa ikut membantu anak yang usianya lebih muda," kataĀ Berlian.

"Pengajaran yang kami lakukan di sini tidak banyak dengan kata-kata melainkan praktek. Dan kami membiarkan anak-anak melakukan kesalahan agar mereka bisa menemukan kebenaran. Misalnya, anak itu menyapu lantai di sisi kiri padahal sampahnya ada di sisi kanan. Kita biarkan dulu tapi kita bimbing dia," tambahnya.

Beberapa pengajar Ceria Montesorri (foto: Meiristica Nurul)

Serunya lagi, di Ceria Montessori anak-anak usia dua tahun pun sudah dikenalkan dengan barang-barang berbahaya seperti gunting, pisau, straples.

Meski mereka bermain tapi tak lupa juga anak-anak itu diajarkan dengan berhitung, membaca serta menulis tentunya dengan cara yang berbeda dari sekolah lain. Dengan kurikulum seperti practical life, sensorial, matematika, bahasa Inggris, dan culture.

Selain itu, anak-anak juga bisa mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dari taekwondo sampai memasak.

Artikel Selanjutnya
Cara Ajarkan Anak Mengenal Uang
Artikel Selanjutnya
Yuk, Rangkul Kebaikan Demi Pendidikan Anak Indonesia!