Sukses

5 Penyebab Alat Tes Kehamilan Tunjukkan Hasil Keliru

Liputan6.com, Jakarta Alat tes kehamilan atau testpack, biasanya sering digunakan para wanita untuk mengetahui apakah dirinya hamil atau tidak. Walaupun testpack memiliki keakuratan yang lumayan baik karena hasil yang didapat berdasarkan urine namun terkadang alat tersebut bisa menunjukkan hasil yang keliru akibat beberapa hal.

Berikut ini penyebab paling mungkin yang membuat alat tes kehamilan memberikan hasil yang salah, seperti dilansir dari Self, Senin (20/3/2017):

1. Tidak langsung mengecek hasil tes kehamilan setelah memakainya

Jika Anda memakai alat tes kehamilan standar dengan indikator garis, maka sangat penting untuk memeriksa hasilnya dalam jangka waktu yang telah diinstruksikan oleh produk testpack tersebut. Jika tidak, maka urine Anda yang sudah menempel pada alat tes itu dapat menguap, membuatnya terlihat seperti ada dua garis.

Jadi, cara terbaik untuk menghidari hal ini ialah membaca terlebih dahulu petunjuk alat tes tersebut dan ikuti petunjuknya secara tepat.

2. Alat tes kehamilan sudah kedaluwarsa

“Ketika alat tes kehamilan sudah melewati tanggal kedaluwarsanya, maka bahan kimia yang mendeteksi hCG (hormon yang diproduksi tubuh wanita selama hamil) pada testpack tersebut tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Sehingga Anda pun cenderung akan mendapatkan hasil yang salah,” ujar seorang obgyn bersertifikat, Jamil Abdur-Rahman, M.D.

3. Sedang memakai obat kesuburan

Jika Anda menggunakan alat tes kehamilan terlalu cepat setelah sebelumnya meminum obat keseburan yang mengandung hCG, maka Anda bisa mendapatkan hasil tes yang salah.

“Hal ini terjadi pada wanita yang sangat termotivasi atau sedang berusaha untuk bisa hamil, dan mereka seringkali menggunakan ala tes kehamilan terlalu cepat dan melihat hasil tes yang positif. Namun, hal ini mungkin bisa saja akibat obat kesuburan yang mereka minum. Sehingga hal inilah yang selalu kami ingatkan kepada para pasien, agar mereka tidak mendapatkan harapan palsu ketika melihat hasil tes yang positif,” ujar seorang obgyn yang juga seorang asisten profesor di Albert Einstein College of Medicine, Zev Williams, M.D.

 

1 dari 2 halaman

Mengalami keguguran dini

4. Mengalami keguguran dini

Wanita yang mengalami hal ini, biasanya akan mengalami menstruasi selama beberapa hari setelah mendapatkan hasil tes kehamilan yang positif. Oleh sebab itu mereka menganggap bahwa hasil positif yang mereka dapatkan sebelumnya adalah palsu. Namun sebenarnya bisa jadi bahwa ia memang sudah hamil, tetapi mengalami keguguran dini.

Menurut American Pregnancy Association, kebanyakan kasus keguguran terjadi pada 13 minggu pertama kehamilan. Dan walaupun tidak ada statistik yang pasti, diperkirakan bahwa banyak keguguran terjadi sebelum wanita tahu bahwa dirinya sudah hamil.

5. Ada sisa hCG dalam tubuh setelah melahirkan atau keguguran

“Setelah Anda melahirkan atau mengalami keguguran, hCG bisa bertahan dalam tubuh Anda selama berbulan-bulan,” ujar Dr. William.

The American Pregnancy Association memperkirakan bahwa tubuh membutuhkan empat hingga enam minggu agar hCG kembali normal setelah mengalami keguguran.

“Jadi selama ada sel plasenta yang tumbuh di dalam tubuh wanita, maka hasil alat tes kehamilan bisa positif,” tambah Dr. William.

Solusi yang terbaik jika Anda mendapatkan hasil tes yang positif ialah segera konsultasikan hal ini dengan dokter untuk memastikannya. Dengan begitu ahli kandungan dapat melakukan tes darah untuk memeriksa lebih lanjut kadar hCG Anda. Mereka juga dapat memberitahu Anda secara pasti mengenai hal-hal potensial apa saja yang menyebabkan kekeliruan pada hasil tes kehamilan Anda. (Tassa Marita)

Artikel Selanjutnya
Banyak Pria Tidak Tahu Letak Vagina, Kok Bisa?
Artikel Selanjutnya
Selain Menstruasi, Ini 8 Penyebab Pendarahan Vagina