Sukses

Anak Sudah 2 Tahun, Masih Bolehkah Terima ASI?

Liputan6.com, Jakarta Memberikan ASI eksklusif wajib dipenuhi oleh setiap ibu kepada sang buah hati. Seiring dengan bertambahnya umur bayi, lama kelamaan pemberian ASI semakin dikurangi.

Tidak lain karena mitos yang beredar di antara para ibu, yang menyebut bahwa pemberian ASI kepada anak di atas satu tahun sudah seharusnya dihentikan. Alasannya, mungkin karena akan sulit untuk disapih jika terlalu lama masih diberi ASI.

"Selama satu tahun, 30 persen asupan energi yang dibutuhkan (bayi) dari ASI" ujar dr Wiyarni Pambudi SpA, IBCLC dalam acara Breastfeeding Beyond 1 Year Old di Titan Center, Bintaro, Tangerang Selatan, Sabtu (18/3/2016) siang.

Artinya, jangan buru-buru berhenti memberikan ASI. Menurut Wiyarni, aspek gizi dan nutrisi dari ASI masih dibutuhkan oleh anak di atas satu sampai dua tahun.

"Data dari Prof. Kathrine Dewey saja menyebutkan bahwa ASI itu terus dapat menyiapkan pokok-pokok gizi yang diperlukan oleh bayi meskipun sudah lewat dari satu tahun," katanya menekankan.

Data UNICEF bahkan memaparkan bahwa pemberian ASI bisa dilakukan kepada anak sampai berusia tiga tahun.

Kandungan kalori yang bisa didapatkan dari ASI dapat berkurang karena kenaikan pertumbuhan anak, tapi ada kebutuhan asam lemak yang hanya bisa didapatkan dari ASI.

"Asam lemak tersebut sangat penting untuk pertumbuhan otak anak. Semakin besar anak biasanya lebih sering sakit tapi dalam kandungan senyawa ASI terdapat laktoferin yang dapat meningkatkan sistem imun tubuh," kata Wiyarni.

"ASI di tahun kedua adalah memberikan total protein yang tinggi secara bermakna sebagai zat proteksi daya tahan tubuh," katanya menerangkan.

Pada dasarnya, pemberian ASI di umur satu tahun tidak sepenuhnya dihilangkan, melainkan dikurangi secara bertahap dan perlahan.

"Usia yang ideal untuk disapih adalah dua tahun atau lebih," kata Wiyarni.

Di usia dua tahun, orangtua sudah mulai mengajarkan anak minum dari gelas. Dari situ lama kelamaan anak akan belajar dan mengerti sehingga kebiasaan mengonsumsi ASI dapat berkurang.

Reporter; Aida Tifany

Artikel Selanjutnya
Kondisi Sakit Ini Dapat Pengecualian Vaksin MR?
Artikel Selanjutnya
Tak Kunjung Pulang, Anak Mencari Keberadaan Caisar