Sukses

Pil KB Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Payudara?

Liputan6.com, Jakarta Kalau Anda menggunakan alat kontrasepsi hormonal, seperti pil KB, ada baiknya Anda mempertimbangkan pilihan lain.

Peneliti Sanna Heikkinen dari University of Helsinki dan Finnish Cancer Registry mengevaluasi kontribusi kontrasepsi hormonal terhadap faktor risiko kanker payudara.

"Faktor risiko terbesar pada kanker payudara adalah usia dan faktor gaya hidup yang berisiko, termasuk usia tua saat melahirkan untuk pertama kali, jumlah anak yang sedikit, konsumsi alkohol dalam jumlah besar, dan gaya hidup sedentary," ujar Heikkinen.

Heikkinen dan timnya menganalisis data dari 8 ribu pasien kanker payudara dan 20 ribu kontrol di Finlandia. Hasilnya, mereka menemukan penggunaan kontrasepsi hormonal diasosiasikan dengan risiko kanker payudara yang 32 persen lebih tinggi pada wanita dewasa muda, dibandingkan dengan wanita yang tidak menggunakan kontrasepsi jenis ini.

Tim ini juga menginvestigasi jumlah dari dari mamografi oportunis, yang ditemukan sangat umum. Lebih dari 60 persen responden dilaporkan pernah melakukan mamografi sebelum usia yang disarankan, yaitu 50 tahun.

"Wanita harusnya diberi informasi yang lebih jelas sehubungan dengan bahaya dari mamografi oportunis, seperti meningkatnya beban radiasi, dan konsekuensi potensial dari temuan yang salah," tegas Heikkinen, mengutip The Health Site, Kamis (16/3/2017).

Kanker payudara adalah tipe kanker yang berasal dari jaringan payudara. Baik pria dan wanita bisa menderita hal ini, walaupun kasus pada pria lebih jarang. Seiring dengan kanker serviks, kanker ini adalah kanker paling banyak diderita wanita. Salah satu permasalahan utama pada kanker payudara adalah, mereka sering ditemukan terlambat.

Hal ini karena kurangnya kesadaran tentang penyakit ini. Deteksi dini kanker payudara bisa secara signifikan menurunkan risiko kematian.

1 dari 2 halaman

Simtom kanker payudara

Beberapa simtom umum dari kanker payudara adalah:

1. Benjolan keras atau puntiran di payudara. Biasanya benjolan ini tidak sakit.

2. Terkadang, bentuk benjolan secara jelas tidak bisa dirasakan. Namun perasaan bengkak bisa ditemukan. Dan hal ini terasa berbeda jika dibandingkan dengan area yang sama di payudara sebelahnya.

3. Ada bercak darah atau cairan yang keluar dari puting.

4. Puting tiba-tiba masuk, atau berubah arah.

5. Perubahan pada kulit di payudara, yang terasa tebal, keras, atau jadi seperti kulit jeruk.

6. Ada gumpalan kecil atau benjolan yang bisa dirasakan di ketiak.

 

Artikel Selanjutnya
Payudara Makin Besar Bisa Jadi Gejala Kanker
Artikel Selanjutnya
Dampak Merokok Bagi Wanita Lebih Mengerikan Dari yang Dibayangkan