Sukses

Larang Pasien Kanker Payudara Makan Daging Sama Saja Membunuhnya

Liputan6.com, Jakarta Melarang pasien kanker payudara makan daging secara tidak langsung membunuhnya pelan-pelan. Justru, jika ingin melihat orang yang hidup dengan kanker payudara "sembuh", berilah makanan tinggi protein yang bersumber dari daging merah.

Ketua Perhimpunan Hematologi Onkologi Medik Penyakit Dalam Indonesia (PERHOMPEDIN), Prof Dr dr Arry Harryanto Reksodiputro SpPD-KHOM, menyayangkan, masih beredar berita hoax (bohong) mengenai larangan makanan daging pada pasien kanker payudara.

Menurut Prof Arry, pendapat atau anggapan itu salah sama sekali.

"Kanker itu tidak bisa makan daging dan dia tidak bisa makan lemak. Kanker itu makannya karbohidrat. Jadi, orang dengan kanker kalau mau diobatin, tidak boleh makan karbohidrat," kata Prof Arry di forum edukasi media Beban Kanker Payudara Terus Meningkat: Dibutuhkan Akses Pengobatan Lebih Baik di kawasan Jakarta Pusat, Rabu (15/3/2017)

Yang Mesti Dipantang oleh Pasien Kanker Payudara Bukanlah Daging, Melainkan Karbohidrat. (Foto: Aditya Eka Prawira)

Itulah yang membedakan pemberian karbohidrat pada pasien biasa dengan pasien kanker, terutama kanker payudara.

"Orang (bukan pasien kanker payudara) kalau tidak bisa makan dikasih infus, kan? Nah, pada pasien kanker payudara, isinya harus lemak dan protein, bukan karbohidrat. Karbohidratnya harus sedikit," ujarnya.

Ia pun amat menyayangkan masih banyak orang yang memercayai mitos yang beredar sejak pertama kali sang nenek pertama didiagnosis kanker payudara. Semestinya, orang yang hidup di zaman sekarang baru lebih terbuka, bisa membedakan mana yang mitos dan mana yang tidak. Dan, mana pula yang baik untuk hajat hidup pasien kanker payudara.

"Nenek saya saja sudah tahu kalau orang kanker payudara harus makan daging. Kenapa harus makan daging? Karena daya tahan tubuhnya rendah, pasien jadi gampang infeksi," katanya sambil tertawa.

Isu soal makanan yang dipantang pasien kanker payudara

Hal yang sama juga disampaikan Dokter Bedah Onkologi dari Rumah Sakit Kanker Dharmais, Dr Bob Andinata, SpB(K)Onk yang duduk di sebalah kanan Prof Arry. Hampir 90 persen pasiennya selalu menanyakan isu soal makanan yang harus dipantang oleh pasien kanker, termasuk kanker payudara.

Selain daging, jenis makanan lain yang kerap ditanyakan oleh pasien adalah kacang kedelai. Konon, kacang kedelai bisa memicu terjadinya kanker payudara akibat "munculnya" estrogen palsu.

Dr Bob, mengatakan, sejumlah jurnal ada yang menyebut bahwa belum terbukti makanan-makanan itu meningkatkan atau menyebabkan kanker. Termasuk konsumsi kacang kedelai yang bisa mengakibatkan estrogen palsu yang dapat meningkatkan estrogen di dalam darah sehingga meningkatkan munculnya rangsangan yang mengarah ke kanker payudara. Namun, jurnal lain menulis yang sebaliknya bahwa itu aman-aman saja.

"Kalau saya menilai, sebenarnya yang menjadi perhatian adalah obesitas atau kandungan lemak subkutan terutama pada pasien menopause," katanya.

"Jadi, lemak di situ, diubah oleh enzim aromatease menjadi bentuk estrogen, sebagai rangsangan terjadinya kanker payudara," kata Bob menambahkan.

Lepas dari itu semua, secara eksplisit Dr Bob menyebut bahwa makanan-makanan itu masih belum jelas apakah dapat meningkatkan sel kanker yang dapat menyebabkan kanker payudara.

Artikel Selanjutnya
Gejala Kanker Usus, Orang Muda Harus Tahu
Artikel Selanjutnya
5 Pertanyaan Paling Umum Seputar Kesehatan yang Sering Ditanyakan