Sukses

Risiko Kerusakan Saraf Intai Penderita Diabetes

Liputan6.com, Jakarta Menjaga kebersihan dan cara merawat kaki bagi penyandang diabetes (diabetesi) dianjurkan secara rutin dan diupayakan selalu kering untuk menghindari terjadinya luka, kata dokter spesialis luka Adisaputra.

Adi mengemukakan penyandang diabetes yang juga mengalami komplikasi neuropati (menurunnya indera peraba) rentan mengalami luka pada ujung alat gerak seperti kaki.

"Paling sering penyandang diabetes dengan neuropati. Kerusakan saraf karena gula darahnya lama tidak terkontrol akibatnya penurunan sensibilitas kemampuan perabaan, terutama pada ujung alat gerak seperti kaki," jelas dia.

Penyandang diabetes yang terasa kebal pada kakinya tidak akan merasakan sakit saat terjadi benturan atau tertusuk benda tajam. Kondisi seperti itu bisa berlangsung lama tanpa diketahui hingga luka semakin dalam atau lebar.

"Yang bikin mereka berasa sakit kalau sudah ada bau, sudah ada darah, tapi itu sudah terlambat karena sudah terinfeksi," papar Adi.

Saat penyandang diabetes sudah terdiagnosa neurpati, maka harus benar-benar menjaga dan merawat kaki agar tidak terluka.

"Ngga boleh nyeker (telanjang kaki) , periksa kaki dua kali sehari, periksa alas kaki jangan sampai ada batu pecahan beling, lembabkan kaki, jaga sela-sela jari agar selalu kering, mandi ngga boleh terlalu lama karena kulit akan menjadi kering, dan jangan direndam air panas," ujar Adi.

Dia memaparkan sebanyak 85 persen kasus amputasi di seluruh dunia diawali dengan luka kecil yang seharusnya bisa dicegah.

Sementara sebanyak 25 persen penyandang diabetes di dunia mengalami luka, dan 15 persen penyandang diabetes pasti akan mengalami luka.

Artikel Selanjutnya
Mengapa Luka pada Pengidap Diabetes Sulit Sembuh?
Artikel Selanjutnya
Berbahaya Bila Kesemutan Tidak Segera Diobati