Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

6 Fakta tentang Seks Saat Menstruasi

Liputan6.com, Jakarta Para penggemar novel erotika Fifty Shades of Grey mungkin masih ingat salah satu adegan fenomenal di dalam buku tersebut - ketika Christian dan Anastasia berhubungan seks saat Anna sedang menstruasi.

Walaupun tidak lolos masuk ke film-nya, adegan ini masih cukup membuat heboh dan memmbuat orang jadi bertanya-tanya.

Bolehkah Anda berhubungan seks saat menstruasi? Haruskah Anda melakukannya? Dan pertanyaan-pertanyaan lain seputar waktu yang masih dianggap tabu untuk bercinta ini.

Untuk menjawab pertanyaan Anda, dilansir dari situs Health pada Senin (13/3/2017), inilah enam fakta tentang seks saat menstruasi yang harus Anda ketahui:

1. Dokter mengizinkannya

"Jika Anda merasa nyaman melakukannya, adalah suatu hal yang baik untuk bisa terus berhubungan seks sepanjang bulan tanpa perlu rehat," ujar Tara Ford, seorang asisten medis di Medical Center for Female Sexuality, New York. "Hal ini sangat-sangat alami dan aman bagi kedua pihak."

Untuk menghindari noda pada seprai (yang menjadi kekhawatiran utama), dia menyarankan untuk meletakkan handuk di atas kasur, atau melakukannya di kamar mandi.

Dan tak perlu khawatir jika setelahnya Anda melihat gumpalan merah atau kecoklatan, hal itu hanyalah luruhan darah dan sel dari rahim Anda. Dan hal ini benar-benar normal.

2. Anda mungkin akan menyukainya

Keterangsangan itu berbeda bagi setiap wanita. Untuk beberapa wanita, mereka mungkin terlalu terganggu dengan menstruasinya untuk bisa merasa bergairah saat datang bbulan. Tapi untuk wanita lain, menstruasi bisa menjadi suatu bentuk rangsangan.

Ini karena kadar estrogen dan testosterone Anda rendah pada hari pertama, tapi lalu meningkat pada hari ketiga.

"Beberapa wanita melaporkan mereka jadi lebih sensitif dan bergairah pada waktu-waktu ini," ujar Ford.

Ditambah lagi, aliran menstruasi bisa berfungsi sebagai cairan lubrikasi saat seks, yang juga bisa meningkatkan kenikmatan.

Dan beberapa penelitian mengatakan, orgasme bisa mengurangi kram menstruasi dan premenstrual syndrome (PMS).

Tidak harus berantakan

3. Begitu juga dengan pasangan Anda

Wanita sebaiknya jangan berasumsi bahwa pria merasa jijik dengan menstruasi. Faktanya, lebih sering wanita yang sedang menstruasilah yang menolak untuk berhubungan seks, bukan pasangan mereka.

Setiap pasangan berbeda, dan beberapa orang bisa jadi lebih terbuka dibanding yang lain. Jika Anda penasaran tentang pendapat pasangan, jangan tiba-tiba mengatakannya di tengah-tengah sesi bercinta, namun bahaslah hal ini terlebih dahulu sebelum Anda memulainya.

"Komunikasi yang baik memungkinkan sesi bercinta yang hebat sepanjang bulan," kata Ford.

4. Anda bisa mengurangi kekacauan

Dengan menggunakan menstrual cup atau kondom wanita, Anda bisa mengurangi jumlah darah yang keluar saat Anda berhubungan seks.

Jika Anda merasa tidak nyaman menggunakan salah satunya, bahkan kondom biasa bisa membuat bersih-bersih jadi lebih mudah untuk pasangan Anda.

Berhubungan seks pada posisi misionaris, dengan wanita berada dalam posisi terlentang, juga bisa mengurangi aliran darah karena faktor gravitasi. Begitu juga berhubungan pada hari-hari terakhir menstruasi Anda, saat aliran darahnya lebih sedikit.

Jangan lupakan pelindung

5. Anda memiliki pilihan

Jika Anda tidak ingin berhubungan seks vaginal saat menstruasi, tidak ada alasan Anda tidak bisa tetap menikmati kontak seksual.

"Wanita bisa menggunakan tampon, dan pria fokus pada klitorisnya," ujar Ford. Wanita juga bisa membantu pasangannya dengan stimulas manual atau oral.

6. Jangan lupakan pelindung

Anda tetap bisa hamil dari hubungan seks yang dilakukan saat menstruasi. "Beberapa menstruasi berlangsung lebih dari seminggu dan terkadang waktu ovulasi seorang wanita tumpang tindih dengan menstruasinya," jelas Ford. Belum lagi, sperma bisa bertahan hidup tiga sampai lima hari.

Anda juga perlu menggunakan pelindung jika Anda tak yakin dengan riwayat seksual pasangan. Karena saat menstruasi, serviks lebih terbuka, sehingga risiko Anda terkena infeksi dari penyakit menular seksual meningkat.