Sukses

Hidup Lebih Sehat dengan Diet Arab

Liputan6.com, Jakarta Fenomena Arab yang sedang ramai dibicarakan netizen tak sebatas soal Raja Salman dan pangeran tampan. Sebab segala hal mengenai pola makan jadi bahasan menarik.

Bicara soal Diet Arab, sebenarnya hal ini bukan hal baru. Namun masakan Arab ternyata cukup mendapat perhatian dan pujian dari pakar kesehatan karena dinilai bisa mencegah penyakit kardiovaskular.

Seperti halnya diet Mediterania, makanan Arab banyak menggunakan minyak zaitun, buah zaitun, ikan, biji-bijian, buah-buahan, sayuran dan kacang-kacangan sebagai makanan utama. Selebihnya, mereka mengurangi daging merah atau unggas.

Lyon Diet Heart Study menulis seperti yang dilaporkan oleh American Heart Association, mereka menganalisis efek dari makanan Arab pada kesehatan koroner individu yang sudah menderita serangan jantung.

Hasil penelitian menunjukkan penurunan risiko kardiovaskular 50 sampai 70 persen ketika mengikuti pola makan tersebut.

"Diet Arab juga dinilai bermanfaat bagi kesehatan otak, kognitif, dan manfaat kesehatan secara keseluruhan," ujar peneliti, seperti dilansir Livestrong, Jumat (3/3/2017)

Sebuah analisis yang dipublikasikan dalam British Medical Journal pada 2008 menganalisis 12 studi yang kemudian menguji efek dari diet Arab terhadap kematian dini, Parkinson, Alzheimer dan penyakit jantung pada 1,5 juta orang. Menurut ulasan ini, diet Arab bisa mengurangi risiko kanker atau penyakit jantung, serta Parkinson atau Alzheimer.

Jika Anda ingin mencoba diet Arab, untuk sarapan Anda bisa mengonsumsi semangkuk gandum dengan irisan almond. Untuk makan siang, Anda makan salad hijau dengan tuna dan minyak zaitun dengan gulungan gandum di samping. Untuk makan malam, nikmati sandwich dengan mentimun, bit, selada, tomat dan tahini.

Artikel Selanjutnya
Ilmuwan Sarankan Makan Alpukat Setiap Hari, Kenapa Ya?
Artikel Selanjutnya
10 Kebiasaan Makan yang Tepat untuk Cegah Diabetes