Sukses

Usia 10 Tahun, Raja Salman Sudah Hapal Al-Quran

Liputan6.com, Jakarta Raja Salman adalah Raja Arab Saudi yang ketujuh. Lahir pada tanggal 31 Desember 1935, pria berusia 81 tahun ini dikenal dengan kontribusinya yang besar untuk bidang pendidikan dan kebudayaan Saudi Arabia.

Raja Salman menerima pendidikannya di sekolah khusus para pangeran, Princes' School di Riyadh yang didirikan oleh sang Ayah, Raja Abdulaziz pada tahun 1937. Di sekolah ini Raja Salman mempelajari agama dan sains modern.

Pada usia 10 tahun, tepatnya pada tanggal 14 November 1945, Raja Salman merayakan keberhasilannya menghapal Al-Quran.

Saat ini Raja Salman menjabat sebagai presiden dari Prince Salman Prize for Quran Memorization untuk anak laki-laki dan perempuan. Raja yang sebelumnya menjabat sebagai gubernur kota Riyadh selama lima dekade itu selalu mendorong rakyatnya untuk mempelajari dan menghapal Al-Quran.

Selain sangat mempedulikan masalah pendidikan, Raja Salman juga dikenal memiliki ketertarikan besar pada budaya dan permasalahan kemanusiaan. Sejak tahun 1956, sang Raja menjadi kepala berbagai organisasi kemanusiaan, badan amal, dan asosiasi yang mendukung dan mensponsori berbagai projek kebudayaan--di dalam dan di luar kerajaannya.

Sepanjang karirnya, Raja Salman memiliki hubungan erat dengan para kepala suku, cendikiawan Islam, para intelektual, dan media.

Mengutip Ummid.com dan Al-Arabiya, raja yang dinobatkan pada tanggal 23 Januari 2015 ini dianggap sebagai sosok yang cerdas dan pekerja keras. Raja Salman adalah mediator terpercaya yang sering dipercaya untuk menyelesaikan berbagai konflik di kerajaannya--bahkan sejak sebelum dinobatkan.

Masa pemerintahannya di kota Riyadh selama kurang lebih 50 tahun bersih dari korupsi.

Kecerdasan dan kepiawaian Raja Salman dalam memecahkan berbagai masalah bisa jadi berhubungan dengan kemampuannya menghapal Al-Quran dari usia yang sangat dini.

Menurut Marc Smith, seorang guru dan psikolog dari Inggris dan juga anggota dari British Psychological Society, dikutip dari The Guardian, Kamis (2/3/2017), menghapal bisa membangun fondasi untuk pola pikir yang lebih tinggi sekaligus kemampuan untuk memecahkan masalah.