Sukses

Setelah Diberikan Metformin, Kecepatan Berjalan Lansia Meningkat

Liputan6.com, Jakarta Seiring bertambahnya usia, kerentaan (frailty) menjadi permasalahan yang dihadapi para lanjut usia (lansia). Para lansia kerap mengalami fungsi organ yang menurun, didera berbagai penyakit seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung.

Salah satu risiko yang dialami saat renta, yaitu menurunnya mobilitas atau kecepatan berjalan.

Untuk meningkatkan kecepatan berjalan lansia, penelitian terbaru mengangkat persoalan pengaruh metformin terhadap lansia (yang tidak menderita diabetes).

Penelitian ini termuat dalam disertasi berjudul Pengaruh Metformin Terhadap Sindrom Frailty pada Pasien Usia Lanjut dengan Pre-Frail: Uji Klinis Acak Tersamar Ganda dengan Kajian pada Kualitas Hidup Terkait Kesehatan, Kekuatan Genggam Tangan, Kecepatan Berjalan, dan Konsentrasi Miostatim Serum.

Penggunaan metformin biasa diberikan pada penderita lansia. Hasil penelitian yang dilakukan dr Purwita Wijaya Laksmi, SpPD-K.Ger, FINASIM menunjukkan temuan yang mengejutkan.

"Setelah pasien lansia  diberikan metformin 3 x 500 mg selama 16 minggu. Kecepatan berjalan mereka meningkat lebih cepat 0,39 (0,77) meter per detik. Hal ini berarti rata-rata pasien lansia mengalami peningkatan berjalan sebesar 0,13 (0,24) meter per detik," kata dr Purwita saat memaparkan hasil disertasinya di Ruang Ruang Aula Indonesian Medical Education and Research Institute (IMERI) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Jakarta pada Senin (27/2/2017).

dr Purwita melanjutkan, adanya peningkatan kecepatan berjalan dapat mengurangi risiko lansia jatuh, disabilitas, dan kematian. Uji klinis dilakukan pada Maret 2015-Juni 2016 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta, yang melibatkan 120 pasien lansia pre frail (nyaris renta).

1 dari 2 halaman

Layanan kesehatan primer

Bisa diterapkan di layanan kesehatan primer

Temuan metformin yang mempengaruhi kecepatan berjalan lansia juga bisa diterapkan pada layanan kesehatan primer, misal klinik Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) di bawah pengawasan Puskesmas.

Artinya, pasien lansia yang ke Posbindu bisa dideteksi lebih awal, apakah mereka mengalami penurunan kecepatan berjalan sehingga bisa dibantu dengan pemberian metformin.

"Pemeriksaan lansia soal kecepatan berjalan bisa dilakukan dengan meminta lansia bangkit dari duduk ke berdiri sebanyak 5 kali. Lantas tanyakan kondisi lansia, apakah ia kehilangan keseimbangan. Dari pemeriksaan itu dapat dilihat, lansia masuk kategori fit (sehat), pre frail (nyaris renta) atau frail (renta)," jelas dr Purwita.

Namun, pemberian merformin harus di bawah pengawasan para ahli kesehatan. Hal ini membuat kerja insulin mengambil glukosa ke sel otot menyebabkan kontraksi otot lebih optimal.

Artikel Selanjutnya
Tanpa Gejala, Mayoritas Penderita Hipertensi Tak Terdiagnosis
Artikel Selanjutnya
Siapa Paling Berisiko Derita Hipertensi, Pria atau Wanita?