Sukses

Hidup Sehat Rajin Olahraga Tapi Tetap Kena Kanker, Apa Alasannya?

Liputan6.com, Jakarta Penyakit kanker bisa mengancam kelangsungan hidup siapa saja terlepas dari gaya hidupnya. Pengertian orang-orang pada umumnya, mereka yang suka mengonsumi makanan dan minuman tidak sehat, jarang berolahraga, merokok dan minum alkohol adalah target utama penyakit kanker.

Faktanya, banyak dari mereka yang pola makannya sudah teratur, pilihan makanan dan minumannya sudah sehat, olahraganya rutin, serta tidak merokok atau pun minum alkohol, tetap diserang penyakit kanker.

Apa penyebabnya?

Seperti diinformasikan oleh situs Medical News Today, Jumat (24/2/2017), ilmuwan di seluruh dunia sampai detik ini masih belum bisa sepenuhnya memahami apa sebenarnya penyebab kanker. Sejauh ini tolak ukur kecenderungan mengidap kanker dilihat dari pola dan gaya hidup.

Faktor-faktor yang bisa dikendalikan seperti pola makan, jenis makanan dan minuman, kemauan berolahraga, pilihan untuk merokok atau tidak dan juga untuk mengonsumsi minuman beralkohol, pasalnya menjadi tolak ukur untuk seseorang mengetahui kemungkinannya mengidap kanker.

Ketika seseorang gagal mengendalikan faktor-faktor yang sebetulnya bisa dikendalikan itu, maka hal ini memungkinkan dirinya terserang penyakit kanker.

Namun ada pula faktor-faktor yang tidak bisa dikendalikan. Faktor-faktor inilah yang kemungkinan besar menjadi penyebab seseorang yang hidupnya sudah sehat tetap sakit kanker.

1 dari 5 halaman

Faktor keturunan

Faktor tidak bisa dikendalikan yang pertama adalah faktor keturunan atau genetik. Penyakit kanker yang sudah turun-temurun dalam keluarga sangat sulit dihindari. Ini dikarenakan genetiknya selalu tersalurkan ke generasi berikutnya secara otomatis.

Beberapa penyakit kanker keturunan diantaranya adalah, melanoma atau kanker kulit, kanker payudara, kanker prostat, kanker ovarium dan kanker usus besar.

Sebetulnya ini tidak selalu berarti seseorang tidak bisa mencegah atau mengendalikan kesehatannya jika sudah ada keturunan penyakit kanker di keluarganya.

Ini juga bukan berarti upaya hidup sehatnya akan berakhir menjadi sia-sia. Jika ia tekun menjalankan hidup sehat, maka sangat mungkin ia tidak mengidap penyakit tersebut dan tidak mewariskannya kepada generasi penerusnya.

Namun memang bagi yang memiliki keturunan genetik, risikonya memang tetap lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak memiliki riwayat penyakit kanker dalam keluarganya.

2 dari 5 halaman

Sistem kekebalan tubuh rendah

Faktor yang kedua adalah rendahnya sistem kekebalan tubuh. Kekebalan tubuh sebenarnya bisa dikendalikan melalui pola dan gaya hidup kita. Namun terkadang hal-hal tak terduga seperti cuaca buruk atau stres bisa memicu penurunan sistem kekebalan tubuh tanpa kita sadari.

Rendahnya sistem kekebalan tubuh memungkinkan penyakit apa pun menyerang tubuh kita. Ini sangat bisa menjadi pintu masuk penyakit kanker.

3 dari 5 halaman

Stres

Faktor ketiga paling penting namun paling sering diremehkan yaitu, stres. Ketika seseorang stres, sistem kekebalan tubuhnya akan menurun dan membuat dirinya menjadi sasaran empuk penyakit kanker.
 
Perokok mengatasi masalah stres dengan nikotin, peminum dengan alkohol, pecinta makanan manis dengan gula, sedangkan seseorang yang tidak merokok, minum alkohol dan makan manis cenderung memendam stresnya.

 Opsi pelariannya tidak banyak maka stres lebih sering dialami dan lebih lama dirasakannya. Sebetulnya hal ini bisa dikendalikan, namun alasan kenapa faktanya susah adalah, mereka yang mengalami stres cenderung menentang hal tersebut lantaran tidak mau menerima kenyataan, merasa dirinya baik-baik saja.

4 dari 5 halaman

Terekspos bahan kimia berbahaya

Faktor terakhir jarang terjadi namun memungkinkan yakni, terekspos bahan atau zat kimia berbahaya. Ini bisa terjadi pada mereka yang bekerja di pabrik atau tempat bekerja lain yang mengharuskan seseorang bekerja di area di mana banyak bahan kimianya.