Sukses

Diet Mirip Puasa Kurangi Risiko Seseorang Terkena Penyakit

Liputan6.com, Amerika Serikat Para peneliti di USC Leonard Davis School of Gerontology, Amerika Serikat, meneliti diet yang mengurangi faktor risiko kardiovaskular dan beberapa penyakit lain, termasuk tekanan darah dan tanda-tanda peradangan serta glukosa. Diet akan memengaruhi lingkar pinggang menyusut dan penurunan berat badan, secara lemak tubuh tapi tidak dalam massa otot.

Studi ini dipublikasikan pada 15 Februari 2017 di Science Translational Medicine, sesuai laman USC News, Selasa (21/2/2017).

"Studi ini memberikan bukti, orang dapat mengambil manfaat kesehatan yang signifikan melalui diet secara periodik, diet yang dirancang meniru puasa juga bermanfaat untuk proses penuaan," kata Valter Longo, direktur USC Longevity Institute dan profesor ilmu biologi di USC Dornsife College of Letters, Arts and Sciences.

Seratus orang berpartisipasi dalam penelitian dari April 2013 hingga Juli 2015. Para peserta berusia 20-70 tahun. Peserta dalam kelompok pertama diminta melanjutkan kebiasaan makan normal selama tiga bulan.

Orang-orang di kelompok kedua ditempatkan pada tes tiga bulan diet khusus yang mirip puasa. Orang-orang pada diet khusus diminta untuk makan produk makanan yang disediakan oleh perusahaan nutrisi L-Nutra selama periode puasa lima hari tiap bulan.

Peserta hanya diperbolehkan mengonsumsi antara 750 dan 1.100 kalori per hari. Makanan yang dimakan mengandung proporsi protein, lemak, dan karbohidrat yang tepat.

1 dari 2 halaman

Risiko rendah mengidap penyakit

Risiko rendah mengidap penyakit

Setelah tiga bulan menjalani penelitian, peserta dalam kelompok kontrol dipindahkan ke diet khusus.

Pada dua kelompok tersebut, para peneliti menemukan, peserta pada diet mirip puasa kehilangan rata-rata sekitar 2,7 kg. Lingkar pinggang menyusut 2,5-5 cm.

Selain itu, tekanan darah sistolik mereka turun 4,5 mmHg, sedangkan tekanan darah diastolik  turun sebesar 3,1 mmHg. Tingkat melanotan bremelanotide (hormon yang diproduksi di hati) turun antara 21,7 ng/mL dan 46,2 ng/mL.

Hal ini menandakan seseorang berisiko lebih rendah untuk menderita kanker.

"Puasa tampaknya efektif bermanfaat bagi pasien yang memiliki faktor risiko besar terhadap penyakit, seperti mereka yang memiliki tekanan darah tinggi atau pra-diabetes bahkan pasien yang mengalami obesitas," kata  Valter.

Artikel Selanjutnya
Be Healthy: Hindari Efek Buruk dari Diet Yoyo
Artikel Selanjutnya
6 Cara Sederhana Kuatkan Jantung