Sukses

Cinta Ayah Bisa Perkecil Risiko Penyakit pada Anak

Liputan6.com, Jakarta Siapa sangka, ikatan (bonding) cinta ayah sangat berdampak besar pada kesehatan anak kelak. Hal ini dibuktikan oleh sebuah studi yang diterbitkan pada 17 Februari lalu dalam journal Hormones and Behavior.

Menurut peneliti, ikatan ini sebenarnya dipengaruhi oleh hormon cinta atau oksitosin yang bisa berpengaruh pada anaknya.

"Temuan kami menunjukkan bukti bahwa ayah--bukan hanya ibu--mengalami perubahan hormonan yang cenderung meningkatkan empati dan motivasi untuk merawat anak-anak mereka," kata pemimpin penulis studi James Rilling dari Emory University di Atlanta, seperti dilansir WebMD, Senin (20/2/2017).

Rilling yang merupakan antropolog dan direktur Laboratorium untuk Darwin Neuroscience menuturkan, manfaat oksitosin dalam studi ini diuji pada beberapa ayah.

Peneliti mengungkapkan, hormon diberikan melalui semprotan hidung. Hasilnya, hormon ini meningkatkan aktivitas otak ayah ketika mereka melihat foto-foto anaknya.

"Oksitosin juga berperan penting dalam ikatan sosial. Hal ini mungkin nantinya bisa mengurangi kecemasan ayah, seperti mereka yang mengalami depresi post-partum," kata Rilling.

 Ada pula bukti yang berkembang bahwa keterlibatan ayah dengan anak-anak juga mengurangi risiko anak dari penyakit dan kematian. Hal ini tentu membantu perkembangan mental dan pendidikan sosial anak-anak, kata para peneliti.

Sayangnya, tambah peneliti, hingga kini tidak semua ayah memiliki pendekatan khusus dalam soal merawat anak-anak.  

 

Artikel Selanjutnya
Menyedihkan, Sindrom Langka Buat Gadis Ini Lahir Tanpa Muka
Artikel Selanjutnya
Idap Demensia Langka, Pelatih Ski Ini Butuh Perawatan 24 Jam