Sukses

Bukan Nilai IQ, Ini Dua Hal yang Menjamin Anak Jago Matematika

Liputan6.com, Jakarta Matematika adalah pelajaran yang tidak disukai banyak orang. Tingkat kesulitannya memang tidak bisa ditoleransi oleh beberapa orang. Maka tidak heran jika mereka yang dapat menguasainya dipandang sebagai orang pintar. Tentunya karena tidak semua orang bisa memahaminya.

Selama ini pengetahuan umum banyak orang adalah anak yang memiliki nilai IQ tinggi pasti pandai dalam pelajaran matematika. Namun sebuah penelitian mengungkap fakta bahwa nilai tes IQ bukanlah faktor yang menandakan kepandaian anak dalam pelajaran matematika tetapi motivasi serta srategi mengajar yang tepatlah yang menjadi kunci utamanya.

Tidak bisa dipungkiri bahwa nilai tes IQ yang tinggi menandakan kecerdasan anak, namun tanpa niat untuk mempelajarinya serta penyajian ilmu tersebut dengan metode yang tepat, anak ber-IQ tinggi itu pasalnya akan mengalami kesulitan seperti yang lainnya.

Faktor yang menentukan kemampuan anak khususnya dalam pelajaran matematika bukan kepintarannya tetapi termotivasi atau tidak dan betul atau tidaknya strategi mengajar yang diberikan kepadanya,” ungkap Kou Murayama, salah satu penulis dalam penelitian yang dilakukan di University of California, Los Angeles, mengutip New Scientist, Senin (13/2/2017).

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Child Development ini dilakukan berdasarkan penganalisaan data selama enam tahun terhadap 3.500 siswa kelas 5 SD hingga 1 SMA di sejumlah sekolah di Jerman.

Hasilnya, sebagian besar dari mereka yang tidak memiliki IQ tinggi namun menekuni ilmu matematika karena termotivasi sekaligus mendapatkan sistem pengajaran yang tepat, mendapatkan nilai tinggi setiap ujian dan selalu capai kesuksesan naik kelas.

Mereka pun bisa menyaingi temannya yang memiliki IQ tinggi karena meski tidak secara IQ pintar, anak-anak ini terus-menerus mempelajari ilmunya hari demi hari hingga ilmunya mendarah daging dan melekat di memori setiap saat.

Sistem mengajar yang tepat juga sangat berperan dalam membantu anak lebih pandai matematika.

Strategi yang dianggap tepat diantaranya adalah penyajian informasi atau materi yang jelas dan menyenangkan serta mudah diserap, lalu penerapan latihan yang dilakukan secara rutin melalui tes-tes harian, kemudian pemberian pekerjaan rumah (PR) yang jumlahnya tidak banyak namun sering.