Sukses

Mengenang Peraih Nobel Pengembang MRI, Peter Mansfield

Liputan6.com, Nottingham, Inggris Peraih Nobel Inggris yang merintis pengembangan teknologi pemindaian tubuh, yang dikenal dengan magnetic resonance imaging (MRI) meninggal pada 8 Februari 2017, dalam usia 83 tahun. Peter Mansfield merupakan sosok ilmuwan yang  sukses merevolusi ilmu pengetahuan dan obat-obatan, yang kini diterapkan di berbagai negara di dunia.

Perjalanan karier Profesor Peter terbilang fantastis. Pada tahun 1970-an, ia memimpin tim dari University of Nottingham, Nottingham, Inggris melakukan pencitraan resonansi magnetik ke dalam alat teknologi MRI, yang ampuh digunakan saat ini.

Scan MRI menggunakan medan magnet kuat dan gelombang radio untuk menghasilkan gambar 3D dari organ internal tubuh tanpa pancaran sinar-X yang berpotensi membahayakan tubuh, menurut laporan yang dikutip Mail Online, Jumat (10/2/2017).

Alat canggih itu dapat memperlihatkan kanker, penyakit saraf, dan gangguan yang memengaruhi tulang, sendi dan organ internal. Tak ayal, teknologi ini telah mengubah kinerja banyak bidang penelitian medis, terutama yang berkaitan dengan fungsi otak.

1 dari 2 halaman

Pengembangan MRI

Pengembangan MRI

MRI ditemukan kimiawan Amerika Serikat bernama Profesor Paul Lauterbur dari State University of New York di Stony Brook, Amerika Serikat.

Pada awal penemuan, teknologi MRI baru menghasilkan gambar penampang pertama dari tikus yang hidup pada bulan Januari 1974.

Ketika bekerja di University of Nottingham pada tahun 1964 sampai 1994, Sir Peter mengembangkan lebih lanjut teknologi tersebut.

Scan MRI kini digunakan di berbagai negara di dunia untuk melihat gambar anatomi tubuh manusia. (Ilustrasi: Mail Online)

Ia menciptakan scan yang menggunakan waktu berupa hitungan detik bukan jam serta menghasilkan gambar yang lebih jelas.

Ia menunjukkan bagaimana sinyal radio dari MRI dapat dianalisis secara matematis  dan diinterpretasikan.

Pada tahun 2003, Sir Peter meraih Penghargaan Nobel dalam kategori Fisiologi atau Ilmu Kedokteran bersama kimiawan Amerika Serikat bernama Profesor Lauterbur, yang ikut mengembangkan teknik penggunaan MRI hingga mampu digunakan para dokter spesialis di dunia untuk menghasilkan gambar anatomi tubuh manusia.