Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

Verifikasi UmurStop Disini

Pola Makan Semasa Muda Jadi Penentu Kemampuan Seks di Usia Tua

Liputan6.com, Jakarta Orangtua selalu mengingatkan buah hati mereka untuk selalu mengutamakan pengonsumsian makanan sehat seperti sayur dan buah-buahan.

Tidak bisa dipungkiri bahwa saat masih kecil hingga usia remaja, kita akan selalu tergoda untuk mengonsumsi makanan yang rasanya nikmat tanpa memikirkan konsekuensi buruk yang akan dihadapi jika pengonsumsian terlalu berlebihan.

Umumnya makanan yang terasa nikmat itu memiliki kandungan yang kurang baik bagi kesehatan tubuh jika endapannya dalam pencernaan kita terlalu banyak.

Kandungan seperti fruktosa dalam minuman manis, karbohidrat dan lemak dalam makanan cepat saji, semua hal itu tentunya bisa sebabkan terjangkitnya penyakit diabetes, darah tinggi, serangan jantung, obesitas dan masih banyak lagi.

Namun dari semua konsekuensi kesehatan yang diketahui manusia, ada satu yang masih tergolong asing di kuping mereka yaitu, kemampuan seks  menurun di usia tua.

Melansir Share Care, Rabu (8/2/2017), penyakit seperti obesitas, darah tinggi, jantung, kolesterol tinggi dan diabetes akibat makanan yang tidak dijaga ketika usia muda pasalnya menghambat aliran darah di bagian alat kelamin.

Terlebih, penyakit diabetes juga diyakini menjadi pemicu rusaknya saraf di bagian panggul manusia.

“Peningkatan kadar lemak dalam tubuh pasalnya memicu perubahan hormon testoterone menjadi estrogen,” kata Madeleine M. Castellanos, seorang psikiater yang juga merupakan pakar saraf.

Perubahan tersebut mempersulit pria untuk mencapai dan mempertahankan ereksi. Wanita pun bisa mengalami penyakit alat kelamin seperti keputihan dan lainnya yang membuatnya tidak percaya diri untuk bercinta.