Sukses

Mengapa Anak Muda Jaman Sekarang Lebih Doyan Narkoba Sintentis?

Liputan6.com, Jakarta Kepopuleran narkoba sintetis seperti tembakau cap Gorilla dan cairan Blue Safir dewasa ini kian meroket di kalangan masyarakat. Jumlah pengguna terutama di kalangan remaja semakin banyak dan hal ini tentunya mengkhawatirkan tidak hanya bagi orangtua saja namun juga pemerintah dan institusi-institusi yang bertanggung jawab untuk memerangi peredaran narkoba tersebut.

Satu hal yang dipertanyakan semua orang adalah: Mengapa anak muda jaman sekarang beralih ke narkoba sintetis? Berikut lima alasan utama anak muda era modern menyukai narkoba sintetis atau tiruan, seperti dilansir dari berbagai sumber, Selasa (7/2/2017).

Tidak ada pilihan lain

Peperangan melawan narkoba yang dilancarkan para pemerintah di sejumlah negara di wilayah Asia dan Asia Tenggara membuat stock narkoba yang tersedia berkurang drastis. Akhirnya, mereka yang sudah terlanjur ketergantungan pun mencari alternatif lain yaitu narkoba tiruan dengan efek serupa.

Harga jauh lebih murah

Harga narkoba jenis apa pun pada umumnya tergolong mahal. Narkoba sintetis hadir dengan harga jauh lebih murah dan kadar produk lebih banyak.

Pemakaian irit

Kandungan zat dalam narkoba sintetis jauh lebih parah efeknya daripada yang asli. Ini membuat pengguna lebih irit pengonsumsiannya. Ibaratnya jika ganja harus dihisap tujuh kali supaya menciptakan efek, ganja sintetis hanya perlu dihisap sekali untuk merasakan efek serupa, bahkan lebih parah dari ganja.

Sulit terdeteksi

Hampir semua pengguna narkoba sintetis mengonsumsi barang haram tiruan ini karena ingin mengelabui hukum serta tes yang dilakukan saat razia. Meski sudah mulai dideteksi keberadaannya oleh BNN dan institusi terkait lainnya, namun banyak narkoba tiruan baru yang kandungannya tidak tertangkap alat pendeteksi narkoba.

Mudah didapat
Narkoba sintetis bisa dibeli secara online dan bahkan bisa dikirim ke rumah melalui jasa pengiriman. Beberapa juga dijual di toko-toko wewangian ruangan dan lainnya yang membuat barang tersebut terkesan legal karena dijual di tempat legal.

Artikel Selanjutnya
Flakka, Lebih Berbahaya dari Kokain dan Disukai Kelas Bawah
Artikel Selanjutnya
Geliat Bisnis Besar Ramuan Tradisional China di Dunia