Sukses

Masalah Perekonomian Jadi Pemicu Serangan Jantung Pada Wanita

Liputan6.com, Jakarta Sekelompok akademisi di George Institute for Global Health telah menganalisa kurang lebih 116 penelitian terkait wanita dan potensinya menderita penyakit atau terkena serangan jantung. Selama ini penyakit jantung lebih sering diasosiasikan dengan pria dan dianggap masih jarang kasusnya terjadi di kalangan wanita.

Penganalisaan data yang merupakan hasil penelitian 22 juta wanita di Australia, Eropa dan Amerika Serikat ini akan membuat kaum hawa sadar bahwa penyakit jantung juga mengintainya.

Terlebih, para akademisi juga menyimpulkan adanya faktor yang menjadi alasan di balik kemungkinan besar wanita diserang penyakit jantung yaitu, kondisi perekonomian yang kurang baik.

Mereka mengatakan, wanita dengan masalah perekonomian 25 persen lebih mungkin alami serangan jantung dibandingkan pria.

“Kami menemukan, perbedaan jenis kelamin, kebiasaan buruk seperti merokok dan mengonsumsi makanan tidak sehat bukanlah alasan utama tingginya risiko wanita alami serangan jantung,” Kata Backholer mewakili rekan akademis lainnya, seperti dikutip dari ABC News Go, Sabtu (21/1/2017).

Ia melanjutkan, “Alasannya justru karena mereka cenderung lebih sering meremehkan penyakit tersebut, menganggapnya tidak penting dan berpikir tidak mungkin mengintainya. Jadi gaya hidup serta pola makan tidak diatur sesuai dengan ketentuan yang diperlukan untuk memastikan jantung sehat.”

Lalu, kondisi perekonomian yang mendesak juga akan memperkeruh situasi dengan membuat si wanitalebih enggan mengeluarkan uang untuk mengecek dirinya dan mendapatkan perawatan untuk pencegahan dini.

Dengan begitu, kemungkinannya suatu hari terkena serangan jantung karena stres dengan kondisi hidupnya yang mana tidak bisa dipuaskan dengan penghasilannya semata. Jarang dicek akan membuatnya jadi lebih rentan lagi.

Artikel Selanjutnya
Pelaku Vegetarian pun Bisa Kena Serangan Jantung
Artikel Selanjutnya
Depresi Lebih Berisiko Serangan Jantung Dibanding Darah Tinggi