Sukses

Selamat dari Ebola, Dokter AS Kent Brantly Kembali Layani Pasien

Liputan6.com, Texas, Amerika Serikat Dokter Amerika Serikat yang selamat setelah tertular Ebola di Liberia pada bulan Juli 2014 kini sudah kembali bekerja di Fort Worth, Texas.

Dr Kent Brantly memulai praktik kedokterannya di Amerika Serikat sekitar setahun yang lalu. Ia memeriksa pasien di sebuah klinik kesehatan masyarakat, mengajarkan warga soal kesehatan keluarga, dan bekerja satu hari dalam seminggu di John Peter Smith Hospital.

Kent mengakui pengalamannya tertular Ebola di Liberia membuat ia makin terbuka terhadap kasih sayang Tuhan.

"Ada pelajaran yang tak terhitung dari pengalaman. Saya bersyukur Tuhan memberikan kasih sayang yang begitu besar sampai saya bisa pulih dari virus mematikan Ebola," kata Kent, yang dikutip dari laman People, Rabu (28/12/2016).

Dalam perenungannya, Kent mulai mempersiapkan diri menghadapi wabah lainnya. Hal ini karena dunia kedokteran yang digelutinya rentan terhadap penyakit dan wabah lain, terutama virus mematikan.

"Salah satu pelajaran yang kita peroleh, apa pun yang terjadi di suatu tempat di seluruh dunia, baik epidemi, bencana, krisis kemanusiaan dapat muncul di depan kita dalam sekejap mata. Kita harus harus siap menghadapi itu," ujarnya.

Ia menyebut rumah sakit sebagai tempat aman bagi mereka yang membutuhkan bantuan dan bimbingannya.

"Banyak pasien yang tidak memiliki akses ke perawatan di rumah sakit lain. Saya harus melayani dan berhadapan dengan banyak pasien. Saya selalu menemui mereka yang tengah dalam kondisi paling sulit, seperti diagnosis buruk. Ada juga hal yang menyenangkan saat saya mendengar kelahiran bayi baru," papar Kent.

1 dari 2 halaman

Kembali menangani pasien

Kembali menangani pasien

Selang sembilan hari tertular dan sakit, Kent sempat putus asa. Ia sempat berpikir tidak bisa bertahan hidup. Namun, beberapa pasien berhasil menyadarkannya.

"Saya bertemu pasien, dia bilang pernah melihat saya di TV. Saya sadar kalau pasien-pasien menunggu kehadiran saya kembali. Mereka rupanya bangga tiap bertemu saya. Bahkan, mereka memberitahu kalau saya ini dokter yang menanganinya," ungkap Kent terharu.

Keberhasilannya lepas dari Ebola menjadikan dirinya sosok inspiratif di majalah Time. Ia juga dan menulis buku bersama istrinya, Amber. Buku itu berjudul Called for Life: How Loving Our Neighbor Led Us Into the Heart of the Ebola Epidemic.

Selain itu, Kent berencana ikut ambil bagian dari film dokumenter Facing Darkness yang akan ditayangkan di seluruh negara bagian AS hanya untuk satu malam pada 30 Maret 2017 saja. Film dokumenter mengisahkan dirinya dan Nancy Writebol sebagai pekerja AS, yang memerangi Ebola di Afrika Barat sekaligus tertular virus mematikan tersebut.

"Saya selalu berharap bisa kembali ke pekerjaan saya, apakah itu menangani pasien akibat bencana atau pelayanan kesehatan. Sekarang, saya tengah menangani pasien di Tarrant County, Texas," ujarnya.

Artikel Selanjutnya
Ajaib, Divonis Bakal Mati Bocah Ini Sembuh Jelang Pemakamannya
Artikel Selanjutnya
Bangun dari Koma, Wanita Ini Klaim Telah Melihat Surga