Sukses

Kencani Orang yang Narsis Bisa Buat Anda Teraniaya

Liputan6.com, Jakarta Dalam percakapan sehari-hari, kita sering menyebut beberapa orang "narsis." Biasanya, orang-orang yang mendapat cap narsis adalah orang yang terkesan memuja dirinya sendiri--seperti orang yang hobi sekali selfie.

Padahal, istilah orang yang narsis, atau narsisistik, tidaklah sesederhana itu. Dan saat Anda mengencani orang tipe ini, permasalahan yang akan Anda temui tak hanya sekadar bosan melihatnya sibuk memoles diri.

Menurut psikiater Gail Saltz, MD, mengencani seorang narsistik bisa jadi sangat menantang. Dan bahkan, bisa berujung pada penganiyaan secara verbal. Mengutip Health.com, Senin (19/12/2016), ada tiga karakter mendasar orang dengan kecenderungan mental narsis yang perlu Anda ketahui.

Orang yang narsis memiliki kecenderungan untuk merasa dirinya sangat penting, dia juga butuh untuk selalu dipuja setiap saat. Dan, mereka biasanya kurang memiliki empati pada orang lain.

Lantas, bagaimana cara mereka menunjukkan ketiga hal ini?

Menurut Saltz, orang-orang yang naris biasanya sombong, manipulatif, merasa penting, dan sangat sensitif terhadap kritik.

Walau banyak orang yang melabeli orang yang sangat percaya diri sebagai "narsis", hal ini sebenarnya tidak sama.

Tidak seperti orang yang percaya diri, orang-orang yang narsis mengharapkan Anda akan memperlakukannya seperti atasan, atau berharap selalu ditinggikan. Mereka sangat terobsesi dengan pikiran untuk selalu jadi berkuasa, menarik, terkenal, dan pintar--bahkan walaupun kenyataannya sama sekali berbeda.

Untuk seseorang bisa didiagnosis mengalami gangguan kepribadian narsisistik, kecenderungan-kecenderungan tadi harus mempengaruhi hubungan pribadi dan pekerjaan mereka.

1 dari 2 halaman

Risiko kencani seorang narsistik

Lantas bagaimana jika Anda ternyata mengencani seorang narsisistik?

Hal itu bisa jadi sangat berisiko. Orang yang narsis sangat jarang bisa melihat ada masalah pada diri mereka, dan tak memiliki keinginan untuk berubah.

Tentunya tidak semua orang yang narsis sama, atau tingkah laku mereka serupa. Seseorang yang hanya sedikit narsis masih bisa menahan diri dan membahagiakan pasangannya.

Namun, jika Anda mengencani seseorang yang tingkat narsisnya sangat tinggi, kelemahannya bisa jadi masalah untuk Anda.

Bisa jadi dia tidak mau menghabiskan waktu bersama teman-teman Anda, karena dia lantas tidak lagi menjadi pusat perhatian. Atau dia bisa jadi sangat mudah marah saat ada sesuatu yang tak berjalan sesuai keinginannya. Saking parahnya, dia bahkan bisa menganiaya Anda secara verbal--dengan melontarkan kata-kata untuk merendahkan Anda.

Gail Saltz menekankan, untuk tidak pernah membiarkan seseorang mem-bully atau berusaha mengendalikan Anda. Jika Anda mulai merasakan kecenderungan ini dari pasangan, mulailah sedikit menarik diri agar lebih jeli melihat situasinya.