Sukses

Depresi Menantang Kestabilan Jiwa Pilot Pesawat Komersial

Liputan6.com, New York- Sebuah survei anonim menyebutkan fakta bahwa ternyata tidak sedikit jumlah pilot pesawat komersial yang menunjukkan gejala depresi.

Survei tersebut dilakukan bukan tanpa alasan. Kecelakaan pesawat Germanwings yang terjadi pada tahun 2015 lalu pasalnya menjadi alasan kuat yang melatarbelakangi penelitian dalam bentuk survei tersebut. Saat itu pesawat yang sedang dikendalikan kopilot menabrak Pegunungan Alpen dan menyebabkan 150 orang tewas. Setelah diteliti rupanya kopilot mengalami depresi.

Selanjutnya, peneliti melakukan survei terhadap 1.850 pilot pesawat komersial dari 50 negara. Hasilnya, hampir 13 persen pilot pesawat komersial memenuhi kriteria depresi. Lalu, sekitar empat persen melaporkan adanya pikiran untuk bunuh diri sekitar dua minggu terakhir seperti mengutip Time, Jumat (16/12/2016).

"Kami menemukan ada banyak pilot saat terbang mengalami gejala depresi dan ada kemungkikan tidak mencari pertolongan medis karena takut berdampak negatif pada karirnya," kata peneliti Joseph Allen.

Hasil studi juga memperlihatkan lebih banyak pilot pria melaporkan perasaan kehilangan ketertarikan, merasa gagal, dan berpikir lebih baik mati dibanding pilot wanita. Gejala depresi juga nampak terlihat pada pilot yang mengonsumsi obat tidur dan mengalami pelecehan seksual.

"Topik mengenai penyakit mental di kalangan pilot bukan baru, namun mengindentifikasi dan membantu pilot menghadapi kondisi tersebut masih menjadi tantangan sekarang," kata penulis studi di akhir kesimpulan studi.

Studi ini merupakan yang pertama kali mempelajari mengenai depresi dan masalah kesehatan mental pilot.