Sukses

Penjelasan Psikologis Kenapa Dora Natalia Sampai Cakar Polisi

Liputan6.com, Jakarta Baru-baru ini, beredar video viral yang memperlihatkan seorang ibu bernama Dora Natalia Singarimbun, mengamuk dan mencakar polisi akibat dirinya tidak terima ditilang oleh polisi yang bertugas. Namun sebenarnya, apa alasan psikologis hingga ia melakukan hal tersebut?

Menurut seorang psikolog klinis dewasa, Veronica Adesla, walaupun kasus tersebut sedang ditangani lebih lanjut oleh pihak berwajib, tetapi menurutnya perliaku tersebut bisa dipicu oleh berbagai hal.

“Penyebabnya bisa macam-macam, bisa karena ia kesal dan marah akibat kejadian bersama polisi tersebut, ataupun bisa karena ada kejadian tertentu yang terjadi sebelumnya, sehingga membuatnya berbuat seperti itu, kita tidak tahu,” ujarnya saat dihubungi oleh Health-Liputan6.com, Rabu (14/12/2016).

Lebih lanjut, Veronica menjelaskan bahwa perilaku mencakar seperti yang dilakukan oleh Dora Natalia ini, adalah suatu perilaku yang muncul ketika seseorang merasakan dorongan agresivitas dari dalam tubuhnya. “Agresif itu adalah dorongan untuk merusak, dorongan untuk marah,” tuturnya.

Namun apapun alasannya hingga melakukan tindakan mencakar tersebut, menurut Veronica hal itu tetap saja tidak dapat dibenarkan. “Tiap orang punya beban, tapi dengan beban tersebut, tidak membenarkan bahwa seseorang bisa melakukan tindakan tersebut. Karena kalau dibenarkan, ini sama saja ketika pembunuh dibenarkan saat ia sudah membunuh seseorang karena ia kesal atau dendam. Kan enggak,” ujarnya.

1 dari 2 halaman

Ditilang karena Memang Salah

Selain itu, Veronica juga sangat menyayangkan, karena saat melihat video viral tersebut, seharusnya sebagai warga negara yang baik, saat ditilang karena melakukan kesalahan, ia mengakui bahwa perilaku yang ia lakukan adalah salah.

“Kalau kita lihat dari videonya, kan dia melanggar peraturan ya. Jadi pertama yang harus ditegakkan ialah, bahwa semua anggota masyarakat harus patuh pada peraturan. Ini bukan untuk pengorbanan, tapi untuk kepentingan orang banyak dan tanggung jawab sebagai warga negara,” tutur Veronica.

Dan hal yang kedua yang menjadi masalah dan perlu ditegakkan, menurutnya adalah tata krama dalam berperilaku, terutama di tempat umum, dimana setiap orang akan melihat semua atribut yang digunakan dan perilaku seseorang, yang bisa saja mencerminkan bagaimana pribadinya. 

"Apalagi hal tersebut bia berdampak pada orang-orang tersayang di dekatnya. entah itu mungkin ada anggota keluarga atau ada orang yang dikenal di sekitarnya. Selain itu, dia kan seorang ibu ya. Nah seorang ibu itu perlu memberikan teladan yang baik pada anak, keluarga, dan pada orang lain,” katanya.

Ia juga menambahkan,”jadi apapun alasannya (marah, kesal, penat, dan sebagainya), tidak dibenarkan bahwa kemudian dia (Dora Natalia) berperilaku demikian.”

Artikel Selanjutnya
3 Fakta di Balik Sosok Pembunuh Indria Kameswari
Artikel Selanjutnya
Marahi Tukang Roti, Pegawai BNN Indria Mengaku Punya Pistol