Sukses

Benarkah Mata Kedutan Tanda Akan Bertemu Seseorang?

Liputan6.com, Jakarta Ada yang percaya, mata kedutan identik dengan rasa rindu, ini juga menjadi tanda seseorang akan bertemu orang yang tak pernah ditemuinya. Lantas benarkah?

Menurut dokter optometri yang berbasis di Washington DC, Hannah Yecheskel, hal tersebut hanyalah mitos. Yang ada, mata yang berkedut pada dasarnya adalah kejang yang disebabkan oleh saraf dalam otot mata yang sedang berada di bawah tekanan.

Ahli bedah mata, Brian Boxer Wachler, MD, juga menyetujuinya, “kelopak mata itu sendiri sebenarnya sangat sensitif sehingga otot-ototnya
rentan terhadap berbagai jenis efek,” ujarnya.

Jika kedutan tak kunjung hilang, sebenarnya ada beberapa alasan yang bisa menyebabkannya, seperti berikut ini, dilansir dari Womenshealthmag, Senin (31/10/2016):

1. Terlalu banyak minum kafein

Jika Anda memiliki kebiasaan meminum kopi, hal ini bisa menyebabkan mata berkedut. “Sifat stimulan kafein dapat meningkatkan detak jantung dan metabolsime Anda sehingga membuat otot-otot bekerja dan mengakibatkan mata menjadi gugup,” ujar Wachler.

2. Stres

Ketika stres menyerang, tubuh Anda bereaksi dalam berbagai cara, dan kedut mata adalah salah satunya. Yecheskel menyarankan agar melakukan aktivitas seperti yoga yang dapat mmebantu mengurangi masalah kedutan Anda

3. Alergi

Ketika Anda memiliki alergi, maka tubuh akan melepaskan histamin yang membuat Anda bereaksi dalam berbagai cara, salah satunya mata berkedut. 

4. Tidak mendapat tidur yang cukup

Kelopak mata Anda adalah salah satu otot yang paling sensitif pada tubuh, sehinga ketidakseimbangan sedikit saja dapat mempengaruhinya. Hal ini termasuk tidak mendapat tidur yang cukup. “Ketika ini terjadi, mata Anda akan merasa lelah dan otot akan berkedut,” ujar Yecheskel.

5. Anda perlu mengganti kacamata

Mata berkedut juga bisa disebabkan oleh hal ini karena otot mata Anda bekerja ekstra keras untuk fokus pada suatu hal,” ujar Yecgeskel.

6. Anda mungkin punya tumor

Walaupun tak umum, namun tetap saja bisa terjadi. Untuk mengetahuinya, lebih baik kunjungi dokter Anda untuk melakukan tes darah. “Dokter mata Anda akan memutuskan apakah Anda haru pergi ke neuro-opthamologist atau tidak," ujar Yecheskel.