Sukses

Mengapa Beberapa Wanita Suka Mewarnai Bulu Ketiaknya?

Liputan6.com, Jakarta Seiring dengan perkembangan zaman, tren kecantikan pun menjadi semakin unik. Mungkin tren mengecat rambut sudah merajalela sejak satu atau dua dekade lalu.

Namun, bagaimana dengan tren mewarnai rambut atau bulu di bagian ketiak? Tentunya ini hal baru dan masih belum umum di kalangan masyarakat.

Seorang gadis berusia 17 tahun bernama Destiny Moreno adalah salah satu dari segelintir wanita di dunia yang bertekad untuk selalu gonta-ganti warna bulu ketiaknya.

“Iya saya suka mewarnai bulu ketiak, apa ada yang salah dengan tren ini?” tutur gadis asal Seattle, Amerika Serikat ini kepada New York Post, ditulis Rabu (19/10/2016).

Mengapa Beberapa Wanita Suka Mewarnai Bulu Ketiaknya? (sumber: New York Times)

Moreno menceritakan bahwa komentar negatif sudah menjadi makanan kesehariannya, terutama di dunia maya. Ia tidak takut untuk menggunggah foto sekaligus video ke internet saat bulu ketiaknya diwarnai.

“Bagi saya justru hal ini adalah sebuah bukti pembangkangan sosial atau suatu simbol perlawanan arus dari apa yang lingkungan harapkan,” jelas Moreno.

Video yang ia unggah di media sosial dengan cepatnya mengundang perhatian masyarakat seantero dunia. Terlihat Moreno tengah mencoba mengganti warna bulu ketiaknya dari pink, ungu, hijau, kuning hingga oranye.

“Mengapa wanita dengan bulu ketiak diwarnai dinilai negatif sementara pria yang memakai kaus kutang berwarna pink tidak?” terangnya.

Moreno lanjut menceritakan bagaimana beberapa komen di internet menyatakan bahwa dirinya seorang feminis yang sedang berjuang untuk kesetaraan gender.

“Ya mungkin ada benarnya, namun sebetulnya lebih kepada tren, saya suka menjadi unik dan beda dari yang lainnya,” jelasnya.

1 dari 2 halaman

Tren merajalela

Mengapa Beberapa Wanita Suka Mewarnai Bulu Ketiaknya? (sumber: New York Times)

Salah seorang wanita lainnya yang merupakan pemilik situs Free Your Pits, Roxie Hunt, turut menceritakan alasannya mengecat bulu ketiaknya yang sekarang berwarna pink.

“Wanita harus sadar bahwa tolak ukur tren kecantikan itu berbeda-beda untuk setiap individu. Situs saya yang berisikan informasi seputar rambut, bulu dan tren mewarnainya, merupakan ranah untuk para wanita mencari tahu opsi-opsi kecantikan lain yang ada selain yang selama ini disajikan oleh publik sesuai dengan standard mereka,” katanya.

Hunt berpendapat bahwa lingkungan sudah sekian lama mendikte bagaimana wanita harus tampil dan kini ia telah memberikan kesempatan untuk wanita yang ingin merasa beda melalui penyajian opsi lain untuk membuatnya merasa cantik dan menawan.

“Hal yang perlu diingat adalah, mewarnai bulu ketiak tidak membahayakan justru seru. Aneh kalau orang-orang berpikir negatif, harusnya yang dilabel kurang baik adalah operasi plastik atau lainnya yang membahayakan kesehatan wanita secara keseluruhan,” ujar Hunt.

Tren ini semakin hari semakin meluas kepopulerannya hingga akhirnya pun komunitas wanita dengan buku ketiak berwarna pun terbentuk di beberapa daerah di Amerika Serikat.

Bahkan, selebritas terkemuka seperti Miley Cyrus pun sudah mulai memamerkan tren ini ke masyarakat luas dengan bulu ketiak berwarna pink-nya diperlihatkan di media sosial.

Bagaimana menurut Anda? Apakah tren ini akan masuk ke Indonesia suatu hari kelak?