Sukses

Apa Penyebab Alis Gatal?

Liputan6.com, Jakarta Rasa gatal di alis biasanya tidak banyak menjadi perhatian. Jika rasa gatal hilang dengan sendirinya, maka hal ini bukan masalah. Namun jika rasa gatal sering muncul atau bahkan tak kunjung hilang, merupakan ide yang baik untuk memperhatikan gejala yang dirasakan.

Beberapa gejalanya seperti kulit mengelupas, kemerahan, ada benjolan, rasa terbakar, sakit, perih, atau diiringi dengan gejala serupa di bagian lain di tubuh Anda.

Jika Anda sering mengalami rasa gatal di alis, mungkin ada beberapa kondisi yang menyebabkannya, seperti dilansir dari Healthline, Senin (17/10/2016):

1. Waxing atau perawatan kecantikan lainnya

Perawatan kecantikan seperti waxing, mencabut, dan threading, dapat mengiritasi kulit halus di sekitar alis Anda. Biasanya benjolan dan gatal-gatal akan hilang dalam beberapa hari, namun jika gejalanya menetap, Anda mungkin mengalami infeksi kulit superfisial. Kondisi ini bisa disembuhkan dengan obat-obatan yang dijual di pasaran jika masih ringan, namun jika berat, maka dokter dapat membantu.

Bisa juga dengan menerapkan es batu untuk mengurangi peradangan dan mendinginkan area tersebut. Tapi pastikan untuk membungkus es dengan handuk atau kain lembut untuk melindungi daerah halus di sekitar mata Anda. Selain itu lidah buaya juga merupakan pilihan baik untuk kondisi ini.

2. Dermatitis seboroik

Kondisi ini terkait dengan ketombe. Walaupun sering mempengaruhi kulit kepala, namun dermatitis seboroik juga dapat menyebabkan alis gatal, bersisik, atau masalah pada area berminyak lainnya. Penyebab spesifik kondisi ini belum sepenuhnya dipahami, namun mungkin diakibatkan ragi, respon inflamasi, atau perubahan musim. Namun kondisi ini tidak menular.

Anda bisa mengobatinya dengan obat anti jamur atau antibiotik yang dapat dibeli di toko obat. Biasanya obat tersebut berbentuk krim atau bahkan dalam bentuk sampo.

3. Psoriasis

Jika Anda memiliki psoriasis wajah, kondisi ini juga dapat mempengaruhi alis dahi, garis rambut, serta kulit di antara hidung dan bibir atas. Kondisi ini seringkali kronis sehingga mungkin memerlukan pengobatan secara rutin, tetapi tidak menular.

Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai hal salah satunya stres, sehingga penting untuk memantau tingkat stres. Makanan juga tetap harus dijaga agar tak timbul psoriasis. Untuk pengobatannya sebaiknya bicarakan dengan dokter agar psoriasis tak lebih parah.

4. Parasit kulit

Parasit seperti tungau dan kutu, dapat hidup di area alis dan menyebabkan gatal-gatal. Kutu misalnya, dapat hidup di tubuh kita sebagai telur. Lalu ketika dewasa, mereka memakan darah manusia beberapa kali per hari, sehingga reaksi dari gigitannya menyebabkan gatal di tubuh kita. Kondisi ini seringkali menular terutama pada orang lain yang memiliki rambut yang mirip.

Karena kondisi ini menular, penting untuk memperhatikan barang-barang Anda seperti seprei, topi, syal, kuas, dan sebagainya agar orang lain tak tertular. Untuk mengobatinya, Anda bisa menggunakan obat anti kutu yang mengandung satu persen permethrin lotion, atau mengandung campuran piretrin dan piperonil butoksida.

Namun jika kondisi tetap tak berkurang, berarti Anda perlu membicarakannya dengan dokter agar mendapatkan obat yang berbeda dan lebih efektif.

5. Diabetes

Diabetes tipe 1 dan tipe 2 yang kurang terkontrol, dapat menyebabkan masalah kulit dan menyebabkan rasa gatal pada bagian yang berbeda di tubuh Anda, termasuk alis. Hal ini seringkali terjadi karena peningkatan gula yang terjadi secara konsisten menekan sistem kekebalan tubuh. Karena itu, infeksi jamur dan bakteri kulit dapat berkembang.

6. Sakit saraf

Kondisi ini merupakan disfungsi saraf yang kadang terjadi pada orang yang menderita diabetes. Dengan kondisi ini, Anda mungkin merasa gatal namun ketika digaruk, tidak mengurangi rasa gatalnya. Jadi coba bicarakan dengan dokter Anda untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.