Sukses

Lebih Baik Mendekat atau Menjauh dari Mantan Setelah Putus?

Liputan6.com, Jakarta Banyak orang mempertanyakan cara terbaik untuk menjalin hubungan dengan seorang mantan setelah putus hubungan. Beberapa orang akan menyarankan untuk sepenuhnya memutuskan hubungan tersebut, baik akses komunikasinya lewat media sosial maupun secara jasmani.

Sementara beberapa orang lainnya menyarankan sebaliknya yaitu tetap membina hubungan baik dengan sosok mantan agar melepaskannya bisa dilakukan secara perlahan-lahan.

Memikirkan hal ini sangatlah penting karena dapat mempengaruhi kesehatan psikis seseorang dan memberikan dampak pada aktivitas kesehariannya selama proses break-up.

Melansir Today, Kamis (13/10/2016), seorang pakar hubungan, Mick Lolekonda menjelaskan bahwa memutuskan hubungan secara total yang juga termasuk komunikasi secara digital dengan mantan adalah cara terbaik untuk move on.

“Putus hubungan berarti semua perasaan dalam diri Anda campur aduk tak beraturan, rasa sedih, kecewa, amarah, rindu, benci dan segala bentuk emosi menyatu. Sangat susah untuk seseorang bisa sepenuhnya maju dan berdiri sendiri apabila harus ada satu unsur yang sebabkan adanya perasaan tersebut di masa lalu yang terus menghantui,” katanya.

Mick berpendapat, keberadaan sosok mantan yang terus ada dalam hidup seseorang ketika sudah putus akan membuat proses penyembuhan hati lebih lama dan lebih sulit lantaran segala keputusan harus didasari atau dipengaruhi faktor sang mantan.

Alhasil, seseorang tidak pernah sepenuhnya lepas dari sang mantan, kehidupannya tetap didikte dengannya dan orang tersebut tidak pernah akan sepenuhnya merasakan kebebasan untuk dirinya sendiri.

Meski ini cara terbaik yang banyak disarankan orang, bukan berarti tidak ada yang pernah mencoba sebaliknya. Tidak sedikit juga kasus di mana pasangan berusaha tetap menjaga silaturahmi antar satu sama lain ketika putus dan justru malah menjadi lebih baik dan lebih ikhlas melepaskan kepergian masing-masing.